SUKABUMIUPDATE.com - Turnamen sepak bola antardesa yakni Kades Cup III Tahun 2026 di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, diwarnai kericuhan. Video yang memperlihatkan wasit dikejar pemain hingga terjatuh saat memimpin pertandingan viral di media sosial.
Keributan terjadi dalam laga perebutan tiket menuju semifinal antara Fajar Bakti FC dari Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, melawan LBS FC-A dari Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran. Pertandingan berlangsung di Lapang Sepak Bola Legoksampora, Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Minggu sore (23/8/2026).
Menurut warga yang hadir, laga berlangsung sengit sejak awal. Pada babak pertama yang baru berjalan sekitar lima menit, LBS FC-A yang mengenakan jersey merah-putih sudah kebobolan dua gol. Skor 2-0 untuk keunggulan Fajar Bakti FC dengan jersey hitam-putih bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, LBS FC-A mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2. Warga yang tidak ingin namanya diungkapkan menyebut, sebelum keributan terjadi, skor masih bertahan 3-2 untuk keunggulan LBS FC-A. Insiden terjadi saat laga diperkirakan tinggal tiga hingga lima menit.
Baca Juga: Hampir Dua Tahun Korban Banjir Sukabumi Menunggu Rumah, Dedi Mulyadi Minta Lahan Disiapkan
Keributan bermula dari kejadian di dekat area kotak penalti Fajar Bakti FC. Saat itu, ada perselisihan antara penjaga gawang Fajar Bakti FC dengan pemain LBS FC-A.
“Awalnya ada pelanggaran dari pemain LBS FC-A. Wasit memberikan tendangan pelanggaran untuk Fajar Bakti FC. Saat mau ditendang oleh kiper, bolanya ditendang oleh pemain LBS FC-A. Kiper tidak terima, lalu langsung ribut dengan pemain lawan,” ungkapnya.
Keributan kedua pemain tersebut terjadi di sekitar tiang gawang Fajar Bakti FC. Wasit kemudian mengambil tindakan dengan memberikan kartu merah kepada kedua pemain yang terlibat perselisihan. Namun, keputusan tersebut diduga tidak diterima oleh salah satu pemain. Situasi pun semakin memanas hingga terjadi adu mulut.
“Setelah dikasih kartu merah, ada yang tidak menerima keputusan wasit. Kemudian malah mengejar-ngejar wasit,” katanya.
Dalam video yang beredar, wasit terlihat berusaha menjauh dari sejumlah pemain yang mengejarnya. Ia kemudian terjatuh di lapangan. Warga menyebut, dalam insiden tersebut diduga terjadi pemukulan terhadap wasit hingga terjatuh. Namun informasi ini masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Ketua Panitia Kades Cup III Tahun 2026, Hendri, dikonfirmasi terkait kejadian itu, membenarkan adanya keributan yang melibatkan pemain dan wasit. “Kalau penonton aman-aman saja. Untuk wasit saat ini kondisi aman, cuma ada luka baret di tangan karena jatuh. Kelanjutannya kami masih koordinasi dengan berbagai pihak,” ujar dia.















