Richard Lee Buka Suara soal Sertifikat Mualaf Dicabut: Tidak Pernah Mengajukan

Sukabumiupdate.com
Kamis 07 Mei 2026, 12:30 WIB
Richard Lee Buka Suara soal Sertifikat Mualaf Dicabut: Tidak Pernah Mengajukan

Richard Lee Buka Suara soal Sertifikat Mualaf Dicabut: Tidak Pernah Mengajukan (Sumber : Instagram/@renieffendi24)

SUKABUMIUPDATE.com - Dokter kecantikan Richard Lee akhirnya buka suara menanggapi soal pencabutan sertifikat mualaf oleh Hanny Kristianto, yang merupakan pemimpin Mualaf Center Indonesia (MCI).

Melalui kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu, Richard Lee tidak mempermasalahkan pencabutan sertifikat mualaf tersebut. Dokter kecantikan itu menyatakan bahwa status keislamannya tidak ditentukan oleh selembar sertifikat.

Mengutip dari Suara.com, ditemui di Polda Metro Jaya pada Rabu, 6 Mei 2026, Abdul mengaku bahwa pihaknya menghargai keputusan MCI. Namun, dia menggarisbawahi bahwa sertifikat tersebut tidak pernah diminta oleh sang klien.

"Klien kami merasa tidak pernah mengajukan atau meminta sertifikat itu. Justru Koh Hanny yang secara inisiatif memberikan sertifikat mualaf itu," kata Abdul Haji Talaohu kepada awak media dikutip dari Suara.com pada Kamis, (07/05/2026).

"Karena bagi kami, dan mungkin sudah menjadi pengetahuan bersama, bahwa menjadi mualaf itu kan tidak ditentukan oleh selembar sertifikat. Hanya cukup dengan mengucapkan dua kalimat syahadat," tegasnya.

Baca Juga: Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ini Penjelasan Hanny Kristianto

Pernyataan ini sekaligus menjadi pembuka untuk meluruskan serangkaian tudingan yang disebut menjadi alasan pencabutan sertifikat tersebut. Pihak Richard Lee membantah keras narasi yang menyebut kliennya masih sering mengunjungi gereja bersama sang istri. Abdul menyebut tudingan itu salah sasaran.

"Harus diketahui, istri dokter Richard itu bukan seorang Kristiani atau Katolik, dia agamanya Buddha. Justru salah sasaran serangan ke Dokter Richard," jelas Abdul.

Kendati begitu, dia membenarkan kliennya pernah satu kali berada di gereja, namun dalam konteks yang berbeda.

"Itu diundang oleh Pendeta Gilbert, hanya dalam rangka memberi sesi motivasi. Jadi dia tidak ada dalam agenda beribadah, nah itu clear," tambahnya.

Menduga Adanya Kekecewaan Personal

Di balik isu pencabutan sertifikat, Abdul mengungkap adanya insiden personal yang diduga memicu keputusan tersebut. Dia menyebut Hanny Kristianto sempat merasa kecewa karena tidak dapat menemui Richard Lee yang sedang sakit di dalam tahanan.

"Harusnya Koh Hanny ini kan dia agak kecewa sih, dia datang menjenguk Dokter Richard, waktu itu dokter Richard sedang sakit dan dia ingin bertemu. Ya orang sedang sakit kan butuh istirahat, dia paksa untuk ketemu dan bawa Al-Quran," ungkapnya.

Baca Juga: Dokter Richard Lee Ditahan Polisi Usai Pemeriksaan Kasus Perlindungan Konsumen

Insiden ini kemudian berbuntut pada isu penarikan kembali Al-Quran yang dibawa oleh Hanny. Namun, menurut Abdul, kitab suci terjemahan itu bahkan belum pernah sampai ke tangan kliennya.

Sumber: Suara.com

Berita Terkait
Berita Terkini