SUKABUMIUPDATE.com - Berbagai inovasi mulai dari genteng ramah lingkungan berbahan limbah biomassa, rumah tahan gempa, hingga pengembangan pesawat amfibi N-219 menjadi sorotan utama Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau pameran riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Kamis (6/8).
Dalam pameran yang dihadiri sekitar 150 periset nasional tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya mencermati teknologi transportasi dan pemukiman, tetapi juga mendorong pemanfaatan riset BRIN untuk mengatasi persoalan sampah serta mengakselerasi kemandirian energi.
Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan, Presiden memberikan perhatian besar pada integrasi pengolahan sampah dari skala rumah tangga hingga industri. Kebersihan lingkungan dianggap sebagai aspek fundamental dalam mewujudkan wilayah yang sehat sekaligus menunjang pertumbuhan industri pariwisata.
Baca Juga: Mendes: Warung di Desa Ditutup, Masyarakat Belanja di Kopdes, CEK FAKTA!
"Bapak Presiden menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi BRIN. Beliau menaruh perhatian besar pada teknologi pengelolaan sampah, mulai dari skala rumah tangga hingga pengolahan sampah skala besar. Menurut beliau, lingkungan yang bersih sangat penting untuk mewujudkan kota dan desa yang sehat sekaligus mendukung sektor pariwisata," ujar Arif, dikutip dalam keterangan resmi.
Di sektor energi, BRIN mendapat arahan khusus untuk terus mengembangkan riset strategis guna menghadapi ketidakpastian geopolitik global. Beberapa poin utama yang ditinjau meliputi:
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Percepatan implementasi teknologi energi terbarukan untuk kemandirian daya nasional.
- Teknologi ANG (Adsorbed Natural Gas): Inovasi berbasis Metal Organic Framework (MOF) bersama mitra internasional untuk memaksimalkan penggunaan gas alam domestik demi menekan impor LPG.
- Kebijakan Transisi Energi: Evaluasi komprehensif terkait efektivitas penerapan biodiesel dan bioetanol.
Selain isu energi dan lingkungan, pameran ini memamerkan terobosan di bidang dirgantara, pertahanan, nuklir, pangan, hingga pelestarian warisan budaya.
Arif menegaskan, kehadiran 150 periset di Istana menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem inovasi. Presiden pun berpesan agar para periset terus berjuang meningkatkan daya saing bangsa.
Baca Juga: Tak Sekadar Mengisi Waktu, Ini Hobi yang Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental
"Pak Presiden menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah soal martabat bangsa. Beliau juga terus menyemangati para periset BRIN untuk tetap bekerja keras dan sabar menghasilkan inovasi yang mampu memperkuat daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 ," pungkas Arif.















