Jangan Tunggu Sakit, Ini Cara Mengetahui Risiko Penyakit Jantung Sejak Usia Muda

Sukabumiupdate.com
Rabu 23 Sep 2026, 10:00 WIB
Jangan Tunggu Sakit, Ini Cara Mengetahui Risiko Penyakit Jantung Sejak Usia Muda

Ilustrasi mencegah penyakit jantung dejak dini (Sumber : Pexels.com/@Puwadonsang-ngern)

SUKABUMIUPDATE.com - Penyakit jantung sering dikaitkan dengan usia lanjut. Padahal, risiko kardiovaskular dapat terbentuk secara perlahan sejak usia muda dan tidak selalu menimbulkan keluhan. 

Karena itu, menunggu munculnya nyeri dada atau sesak bukan satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi jantung. Beberapa pemeriksaan sederhana dan penilaian faktor risiko dapat membantu seseorang mengetahui kondisi kesehatan kardiovaskular lebih awal.

1. Periksa Tekanan Darah secara Berkala

Tekanan darah menjadi salah satu faktor penting dalam kesehatan jantung. Masalahnya, tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat merasa sehat meskipun tekanan darahnya sudah berada di atas batas yang dianjurkan.

2. Cek Kolesterol

Kolesterol tinggi juga dapat terjadi tanpa gejala yang jelas. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah melalui pemeriksaan darah.

Kadar kolesterol non-HDL dapat digunakan sebagai salah satu angka penting untuk memantau kesehatan kardiovaskular. Kadar kolesterol tertentu yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca Juga: RS Bumi Jayanti Dibangun di Palabuhanratu, Lengkapi Fasilitas Kesehatan di Sukabumi Selatan

3. Perhatikan Gula Darah

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi pembuluh darah dan meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk penyakit jantung.

Gula darah sebagai salah satu dari delapan komponen utama kesehatan kardiovaskular. Pemeriksaan seperti HbA1c dapat memberikan gambaran mengenai kadar gula darah dalam jangka lebih panjang, terutama pada orang dengan diabetes atau prediabetes.

4. Kenali Riwayat Penyakit Jantung dalam Keluarga

Riwayat keluarga juga penting ketika menilai risiko penyakit jantung. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit kardiovaskular yang muncul pada usia relatif muda dapat membutuhkan perhatian lebih terhadap faktor risiko lainnya.

Karena itu, mengetahui riwayat kesehatan keluarga bukan hanya berguna ketika sudah sakit, tetapi juga dapat menjadi informasi penting saat melakukan pemeriksaan kesehatan.

5. Perhatikan Berat Badan dan Aktivitas Fisik

Berat badan dan aktivitas fisik juga termasuk komponen yang digunakan, kesehatan kardiovaskular. Keduanya berkaitan dengan faktor lain seperti tekanan darah, gula darah, dan profil lemak.

Pola makan, aktivitas fisik, berat badan, tidur, paparan nikotin, kolesterol, gula darah, dan tekanan darah dalam Life's Essential 8, yaitu delapan ukuran penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Baca Juga: Lonjakan Pasien IGD: ISPA Mendominasi Kasus Kesehatan di Kota Sukabumi

6. Jangan Abaikan Kebiasaan Merokok dan Paparan Nikotin

Status merokok merupakan salah satu informasi penting dalam penilaian risiko penyakit jantung. Paparan nikotin sebagai salah satu komponen utama kesehatan kardiovaskular dan mencakup rokok maupun produk penghantar nikotin lainnya dalam pertimbangannya.

7. Perhatikan Kualitas dan Durasi Tidur

Tidur juga memiliki kaitan dengan kesehatan jantung. Orang dewasa tidur sekitar 7–9 jam setiap malam. Kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan sejumlah faktor risiko, termasuk tekanan darah, gula darah, berat badan, dan kesehatan kardiovaskular.Bagi usia muda, langkah yang lebih relevan adalah mengetahui faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan melakukan pemeriksaan sesuai kondisi serta anjuran tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, mengetahui risiko penyakit jantung sejak muda bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit jantung. Justru, informasi mengenai tekanan darah, kolesterol, gula darah, berat badan, kebiasaan merokok, tidur, aktivitas fisik, dan riwayat keluarga dapat menjadi dasar untuk melakukan pencegahan lebih awal.

Semakin dini faktor risiko diketahui, semakin besar kesempatan untuk membicarakan langkah pencegahan dengan tenaga kesehatan sebelum muncul masalah yang lebih serius.

Baca Juga: Lina Ruslinawati Serap Aspirasi Warga Gegerbitung, Jalan hingga Rutilahu Jadi Sorotan

Sumber: AHA

Berita Terkait
Berita Terkini