Antisipasi Keracunan, Ini 7 Tanda Makanan Sudah Tidak Aman Dikonsumsi Meski Belum Bau

Sukabumiupdate.com
Kamis 10 Sep 2026, 11:00 WIB
Antisipasi Keracunan, Ini 7 Tanda Makanan Sudah Tidak Aman Dikonsumsi Meski Belum Bau

Ilustrasi makanan yang sudah tidak layak konsumsi (Sumber : Ai: chatgpt)

SUKABUMIUPDATE.com - Makanan yang sudah tidak aman dikonsumsi tidak selalu ditandai dengan bau busuk. Justru, salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah makanan yang tampak, beraroma, bahkan terasa normal tetapi ternyata telah terkontaminasi bakteri penyebab penyakit.

Bakteri patogen dapat berkembang pada makanan tanpa mempengaruhi rasa, aroma, maupun tampilannya. Karena itu, mencium makanan saja tidak cukup untuk memastikan makanan tersebut aman. Lantas, apa saja tanda yang perlu diperhatikan sebelum makanan dikonsumsi? Berikut beberapa di antaranya.

1. Kemasan Menggembung atau Mengeluarkan Gas

Perhatikan makanan dalam kemasan tertutup, terutama makanan kaleng. Kemasan yang menggembung, bocor, berlubang, atau mengeluarkan cairan dapat menjadi tanda adanya kerusakan atau kontaminasi.

Pembentukan gas pada kemasan serta kemasan yang rusak atau menggembung sebagai indikator pangan yang tidak layak dikonsumsi.

Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Tidak Kuat Menghadapi Cuaca Panas yang Sering Diabaikan

2. Ada Jamur pada Permukaan Makanan

Munculnya jamur merupakan tanda makanan telah mengalami kerusakan. Jangan menganggap makanan masih aman hanya karena bagian yang berjamur dapat dipotong.

3. Warna Makanan Berubah Tidak Wajar

Perubahan warna yang mencolok dan tidak sesuai dengan kondisi normal makanan patut dicurigai. Misalnya, muncul perubahan warna yang tidak biasa setelah makanan disimpan.

4. Tekstur Menjadi Berlendir atau Sangat Berubah

Tekstur makanan juga dapat menjadi petunjuk adanya kerusakan. Buah dan sayuran yang menjadi sangat lembek atau berlendir, misalnya, dapat menunjukkan pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua mikroorganisme berbahaya menyebabkan perubahan tekstur. Artinya, makanan yang teksturnya masih normal juga belum tentu bebas dari bakteri patogen.

Baca Juga: Sedang Musim Durian, Ini Manfaat Durian yang Jarang Diketahui

5. Segel atau Kemasan Sudah Rusak

Sebelum membeli atau mengonsumsi makanan kemasan, periksa apakah segel masih utuh. Kemasan yang robek, berlubang, terbuka, bocor, atau tampak pernah dibuka kembali sebaiknya dihindari.

6. Makanan Pernah Berada pada Suhu yang Tidak Aman

Ini merupakan salah satu kondisi yang sering tidak terlihat. Makanan mudah rusak seperti daging, ikan, telur, susu, dan makanan matang dapat menjadi berisiko apabila terlalu lama berada pada suhu yang memungkinkan bakteri berkembang. Karena itu, penyimpanan pada suhu yang tepat sangat penting.

7. Sudah Terlalu Lama Disimpan Meski Masih Terlihat Normal

Makanan yang disimpan terlalu lama juga perlu diperhatikan, terutama makanan matang dan mudah rusak. Pendinginan dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak menghentikannya sepenuhnya.

Sisa makanan matang tertentu, seperti daging sapi yang sudah dimasak, digunakan dalam waktu sekitar 3–4 hari jika disimpan dalam lemari pendingin pada suhu yang sesuai.

Yang tidak kalah penting, jangan mencicipi makanan hanya untuk mengetahui apakah makanan tersebut masih aman. Bakteri penyebab penyakit dapat berada di dalam makanan tanpa mengubah rasa, bau, atau penampilannya.

Untuk mengurangi risiko keracunan makanan, Ada empat langkah utama yang bisa diperhatikan, yaitu clean, separate, cook, dan chill atau membersihkan tangan dan peralatan, memisahkan bahan mentah dari makanan siap makan, memasak makanan hingga aman, serta segera mendinginkan makanan yang mudah rusak.

Jadi, jangan hanya mengandalkan hidung ketika memeriksa makanan. Belum bau bukan berarti belum berbahaya. Jika makanan menunjukkan tanda kerusakan, kemasan bermasalah, atau riwayat penyimpanannya tidak jelas, lebih baik tidak dikonsumsi daripada mengambil risiko.

Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air Hangat di Pagi Hari Setelah Bangun Tidur

Sumber: USDA,WHO

Berita Terkait
Berita Terkini