SUKABUMIUPDATE.com - Sembelit adalah gangguan pencernaan yang umum terjadi dan dapat dialami siapa saja. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kesulitan buang air besar, frekuensi BAB yang lebih jarang dari biasanya, atau feses yang keras dan kering.
Meskipun terlihat sepele, sembelit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, bahkan mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan konstipasi, mulai dari pola makan hingga kondisi medis tertentu. Memahami penyebabnya dapat membantu menentukan langkah perawatan yang tepat.
Penyebab Sembelit yang Paling Umum
1. Diabetes
Penderita diabetes sering mengalami sembelit akibat melemahnya saraf dan otot usus. Ketidakstabilan kadar gula darah dapat mengganggu fungsi saraf yang mengatur gerakan usus, sehingga feses bergerak lebih lambat. Pada kondisi seperti ini, konsultasi dengan tenaga medis sangat diperlukan agar pengobatannya tepat.
Baca Juga: Cuaca Jabar 30 November 2025, Sukabumi Pagi Berawan, Siang Potensi Hujan
2. Endometriosis
Bagi sebagian perempuan, endometriosis dapat mempengaruhi organ pencernaan bila jaringan tumbuh di sekitar usus. Tekanan atau peradangan yang timbul dapat menghambat pergerakan usus dan memicu sembelit. Meskipun jarang menyebabkan penyumbatan total, gejalanya dapat mengganggu kenyamanan.
3. Perjalanan
Sembelit saat bepergian cukup umum terjadi karena perubahan rutinitas. Faktor seperti minum sedikit air, pola makan tidak teratur, jet lag, hingga menahan BAB karena sulit menemukan toilet dapat membuat pencernaan tidak bekerja optimal.
4. Pola Makan Rendah Serat
Asupan serat yang rendah merupakan salah satu penyebab terbesar sembelit. Makanan seperti daging berlemak, susu, telur, serta makanan manis dapat memperlambat pergerakan usus. Idealnya, tubuh membutuhkan 22–34 gram serat setiap hari. Serat membantu feses tetap lembut dan mudah dikeluarkan. Namun, peningkatan serat harus dibarengi dengan minum air yang cukup.
5. Kehamilan
Perubahan hormon saat hamil dapat memperlambat pencernaan. Selain itu, kurang minum, kurang serat, dan tekanan janin pada usus juga dapat membuat ibu hamil lebih sering mengalami konstipasi.
Baca Juga: Prabowo Diminta Segera Tetapkan Darurat Bencana Nasional untuk Banjir Aceh-Sumatera
6. Dehidrasi
Air membantu melunakkan feses dan mempermudah pergerakan usus. Ketika tubuh kekurangan cairan, feses akan menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Kebiasaan minum yang buruk sering kali menjadi penyebab utama sembelit.
7. Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)
IBS, terutama tipe IBS-C (konstipasi), menyebabkan komunikasi antara otak dan usus terganggu. Kondisi ini membuat usus bekerja lebih lambat, memicu kembung, rasa tidak puas setelah BAB, dan konstipasi kronis.
8. Stres
Tingginya tingkat stres dapat mempengaruhi sistem pencernaan karena hormon stres mengganggu pergerakan usus. Aktivitas berubah, pola tidur tidak teratur, dan kebiasaan makan yang buruk juga memperburuk kondisi.
9. Obat-Obatan
Beberapa jenis obat memiliki efek samping berupa sembelit, misalnya antasida tertentu, anti kejang, antidepresan, suplemen zat besi, opioid, hingga obat tekanan darah. Bila terjadi, konsultasikan alternatifnya dengan dokter.
10. Divertikulitis
Divertikulitis terjadi ketika kantong kecil di dinding usus mengalami peradangan. Kondisi ini sering disertai nyeri dan sembelit. Jika tidak ditangani dengan tepat, masalah ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius.
Baca Juga: Posbakum Pertama di Jambenenggang Sukabumi, Inisiasi TIM-PKM UMMI untuk Akses Keadilan
Cara Alami Mengatasi Sembelit
Beberapa langkah alami yang bisa membantu antara lain:
- Minum air lebih banyak
- Mengonsumsi buah dan sayur kaya serat
- Aktivitas fisik ringan
- Suplemen serat seperti psyllium
- Pelunak feses atau minyak mineral
Sumber: verywellhealth





