SUKABUMIUPDATE.com - Rencana pertandingan babak playoff antarbenua pada Maret di Monterrey yang menjadi bagian dari kualifikasi menuju Piala Dunia 2026 terancam batal, meskipun FIFA dan pemerintah Mexico telah berupaya menjamin keamanan bagi tim peserta.
Timnas Irak melalui federasi sepak bola tertingginya secara resmi meminta FIFA untuk menunda pertandingan playoff antarbenua yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret. Permintaan tersebut diajukan karena kondisi di Irak membuat tim nasional dan masyarakatnya tidak dapat melakukan perjalanan setelah wilayah udara negara itu ditutup.
Baca Juga: Janji Palsu Pembayaran Lahan Rp14 Miliar di Cianjur, BPRS HIK Parahyangan Bungkam
Sebagai alternatif, FIFA mengusulkan perjalanan darat menggunakan bus selama sekitar 25 jam menuju Istanbul, sebelum melanjutkan penerbangan ke Meksiko. Namun, usulan tersebut ditolak oleh federasi sepak bola Irak yang kemudian secara resmi meminta agar pertandingan playoff akhir Maret itu ditunda.
Alasan lain yang membuat Timnas Irak menolak rencana perjalanan darat selama 25 jam menuju Istanbul adalah karena skuad saat ini berada di Baghdad, sementara pelatih kepala Graham Arnold justru tertahan di Dubai.
Baca Juga: Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar? Ini Tanda-Tandanya
Selain itu, Irak juga belum memperoleh visa perjalanan ke Amerika Serikat. Padahal, tim tersebut dijadwalkan menggelar pemusatan latihan di Houston, yang semakin menyulitkan rencana perjalanan bagi skuad.
Melalui federasinya, Iraq Football Association (IFA) pun mendesak FIFA untuk segera mengambil keputusan, meskipun badan sepak bola dunia itu kemungkinan masih mempertimbangkan berbagai opsi lain terkait situasi tersebut.
Baca Juga: Jelang Idulfitri, Bupati Sukabumi Instruksikan Camat Jaga Kesiapsiagaan Pelayanan Publik
Menurut diario as, FIFA tengah mempertimbangkan alternatif atau rencana B, Timnas Irak berpeluang menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 apabila Iran memutuskan mundur dan Irak tidak dapat mengikuti babak playoff.
Ancaman penarikan diri tersebut muncul karena konflik bersenjata yang tengah berlangsung di Iran. Dalam skenario ini, Irak berpotensi mengambil alih posisi Iran karena menjadi tim dengan peringkat kedua tertinggi dalam kualifikasi yang digelar oleh Asian Football Confederation (AFC).
Sumber: en.as.com




