KSTI 2026, Guru Besar Nusa Putra University: Kolaborasi dan AI Jadi Penggerak Riset Strategis Nasional

Sukabumiupdate.com
Senin 06 Jul 2026, 18:56 WIB
KSTI 2026, Guru Besar Nusa Putra University: Kolaborasi dan AI Jadi Penggerak Riset Strategis Nasional

Guru Besar Nusa Putra University, Prof. Ir. Teddy Mantoro, Ph.D., SMIEEE (Sumber: dok nusa putra)

SUKABUMIUPDATE.com - Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 tidak hanya menjadi forum dialog antara pemerintah dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi momentum bagi akademisi untuk menyampaikan gagasan strategis dalam mendukung pembangunan Indonesia. Salah satu yang turut memberikan pandangannya adalah Guru Besar Nusa Putra University, Prof. Ir. Teddy Mantoro, Ph.D., SMIEEE, yang hadir bersama delegasi Nusa Putra University dalam forum nasional tersebut.

Mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia", Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menghadirkan Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, akademisi, peneliti, serta pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia akademik, dan industri dalam merumuskan arah pembangunan nasional berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Menurut Prof. Teddy Mantoro, penyelenggaraan KSTI 2026 memberikan pengalaman yang sangat berharga karena memperlihatkan secara langsung bagaimana pemerintah menyampaikan sekaligus mempertanggungjawabkan berbagai program strategis nasional kepada kalangan akademisi.

Baca Juga: Persib Bandung Lepas Andrew Jung, Nilai Transfer Tinggi Jadi Alasan Utama

"Sarasehan ini sangat menarik karena Presiden hadir langsung bersama para menteri. Saya melihat bagaimana pemerintah memaparkan berbagai program kerja yang sangat kompleks, termasuk sinerginya dengan negara lain. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi perguruan tinggi untuk memahami arah pembangunan nasional sekaligus menentukan bagaimana kontribusi yang dapat diberikan," ungkap Prof. Teddy.

Ia menilai bahwa salah satu pesan utama yang dapat diambil dari forum tersebut adalah pentingnya membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

"Kata kunci dari forum ini adalah kolaborasi. Perguruan tinggi harus mengenali persoalan yang dihadapi negara agar mampu berkontribusi secara langsung dalam penyelesaiannya. Semakin kompleks tantangan yang dihadapi bangsa, semakin besar pula peluang bagi dunia akademik untuk menghadirkan inovasi yang berdampak," jelasnya.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Tolak Keberatan Ence Benno, Sengketa Kades Babakanjaya Berlanjut ke Gubernur Jabar

Lebih lanjut, Prof. Teddy juga menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi yang tengah memperkuat reputasi global, Nusa Putra University perlu terus meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah. Menurutnya, penguatan publikasi bereputasi internasional serta partisipasi dalam pemeringkatan dunia menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi universitas di tingkat global.

"Nusa Putra University harus semakin dikenal sebagai universitas bertaraf internasional. Karena itu, kualitas penelitian harus terus ditingkatkan, publikasi ilmiah diarahkan ke jurnal bereputasi internasional, dan berbagai indikator pemeringkatan dunia perlu menjadi perhatian agar kontribusi akademik kita semakin diakui secara global," ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian akademik harus berjalan beriringan dengan implementasi nyata di tengah masyarakat. Baginya, riset tidak boleh berhenti pada publikasi, tetapi harus mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

Baca Juga: DP3A Sukabumi Terjunkan Tim PPA Dampingi Remaja Korban Kekerasan Seksual di Tegalbuleud

Sebagai contoh, Prof. Teddy menyebut pengembangan Fakultas Kedokteran di Nusa Putra University sebagai salah satu langkah strategis yang dapat dikolaborasikan dengan pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya di bidang kesehatan. Saat ini, ia juga tengah terlibat dalam pengembangan program magister Informatika dengan konsentrasi Medical Artificial Intelligence, yang diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga medis melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Teddy juga menyoroti dua sektor yang menurutnya harus menjadi prioritas utama riset nasional, yaitu energi dan ketahanan pangan. Ia menilai kedua sektor tersebut merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan sebuah negara.

"Penelitian dan inovasi harus diarahkan pada sektor energi dan pangan karena keduanya merupakan kebutuhan paling mendasar. Tanpa energi, aktivitas negara akan terhenti. Begitu pula tanpa ketahanan pangan, stabilitas sosial akan terganggu. Oleh karena itu, penguatan riset di kedua bidang ini harus menjadi prioritas bersama," tuturnya.

Baca Juga: Ayep Zaki Rotasi 60 Pejabat dan Lantik 42 ASN Pemkot Sukabumi, Ini Daftarnya

Menurutnya, percepatan pengembangan inovasi pada sektor energi dan pangan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten serta pemanfaatan teknologi yang tepat. Dalam hal ini, ia menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) menjadi teknologi kunci yang mampu mempercepat lahirnya berbagai solusi inovatif di berbagai bidang.

"Penguasaan Artificial Intelligence di seluruh lapisan menjadi sangat penting. AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi merupakan akselerator yang mampu mempercepat penelitian, inovasi, dan pengambilan keputusan di sektor energi, pangan, kesehatan, maupun berbagai bidang strategis lainnya," tegasnya.

Melalui partisipasinya dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Nusa Putra University kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional. Tidak hanya melalui penguatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui kolaborasi lintas sektor yang menghasilkan inovasi nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan tinggi berdaya saing global yang memberikan dampak bagi Indonesia dan dunia. (*)

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini