SUKABUMIUPDATE.com - Manajemen Tokopedia memberikan penjelasan soal kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang santer beredar di media sosial. Penjelasan disampaikan ke publik, setelah President Director Tokopedia Stephanie Susilo bertemu DPR RI.
Presdir PT Tokopedia and TikTok E-Commerce. Stephanie Susilo, menegaskan bahwa berita yang beredar tidak sepenuhnya akurat. la menyatakan bahwa perusahaan kekinian sedang dalam proses transformasi internal yang ia sebut sebagai "penataan tenaga kerja".
"Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam grup," kata Stephanie dalam kesempatan yang sama dilansir dari suara.com.
Baca Juga: Profil Oscar Rodriguez, Striker Spanyol yang Dikaitkan dengan Persib Bandung
Stephanie menjelaskan, bahwa dalam proses penataan ini, perusahaan memberikan pilihan kepada karyawan. Ada yang memilih untuk mengambil paket kompensasi dan berkarier di luar perusahaan, hamun ada juga yang tetap dipertahankan melalui skema penyaluran di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.
Di tengah isu perampingan karyawan, Stephanie juga mengungkapkan perusahaan saat ini tengah mencari tenaga kerja baru untuk memperkuat operasional mereka di tanah air. "Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia.
Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat," pungkasnya.
Baca Juga: 240 Desa Pilkades Serentak di Sukabumi, DPMD Tunggu Kepastian Penerapan E-Voting
Sebelumnya, Platform e-commerce raksasa, Tokopedia, dilaporkan tengah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap para pegawainya. Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan telah memangkas jumlah karyawan di sejumlah divisi tertentu hingga mencapai kisaran 90 persen. TikTok merupakan pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah merampungkan akuisisi 75 persen saham perusahaan lokal tersebut pada akhir tahun 2023 lalu.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat memanggil perwakilan TikTok dan Tokopedia untuk mengklarifikasi isu tersebut. Dalam pertemuan ini juga turut hadir perwakilan pemerintah yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).
Langkah ini diambil setelah DPR menerima banyak masukan dari masyarakat mengenai kabar pemangkasan karyawan hingga 90 persen di divisi tertentu pasca-akuisisi oleh ByteDance. "Kami dari DPR RI menerima masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial, terutama menyangkut isu PHK karyawan TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka. Hari ini saya memfasilitasi pertemuan dengan mengundang perwakilan TikTok baik dari China maupun Indonesia, serta Bapak Menteri Tenaga Kerja," ujar Dasco usai pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

