Panen Jagung DBA01 di Cianjur, Langkah PT Doa Bangsa Bangun Ekosistem Pertanian Jabar

Sukabumiupdate.com
Rabu 19 Agu 2026, 11:51 WIB
Panen Jagung DBA01 di Cianjur, Langkah PT Doa Bangsa Bangun Ekosistem Pertanian Jabar

PT Doa Bangsa Agrobisnis (DBA) panen jagung hibrida DBA01 di Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Selasa (18/8/2026) | Foto : Istimewa

CIANJUR, SUKABUMIUPDATE.com – Hamparan jagung di Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Selasa (18/8/2026), menjadi titik penting pengembangan jagung hibrida DBA01. Di lahan demonstration plot (demplot) seluas 1.000 meter persegi itu, hasil panen menunjukkan potensi produktivitas yang cukup tinggi.

Panen tersebut dilakukan PT Doa Bangsa Agrobisnis (DBA) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian Jawa Barat dari hulu hingga hilir. Pengembangan tidak hanya diarahkan pada produksi benih, tetapi juga menyentuh kemitraan dengan petani, penangkaran, pengolahan benih hingga akses pasar.

Kegiatan panen turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, BPSB Wilayah 1 Cianjur, UPTD Mande, BPP Kecamatan Mande dan Sukaluyu, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Mande, Pemerintah Desa Jamali, kelompok tani, mitra petani serta pelaku usaha pertanian.

Hasil pengukuran ubinan pada lahan demplot menunjukkan produktivitas mencapai 12,6 ton bonggol tanpa kelobot per hektare. Setelah dipipil, hasilnya mencapai 8.210 kilogram pipilan kering per hektare dengan kadar air 15 persen.

Direktur Utama PT Doa Bangsa Agrobisnis sekaligus Ketua DPC HKTI Kabupaten Sukabumi, Hikmat Taufik, mengatakan panen DBA01 di Cianjur bukan sekadar kegiatan untuk melihat hasil produksi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pertanian yang melibatkan berbagai pihak.

“Ini bukan sekadar panen, tetapi menjadi bagian dari komitmen PT Doa Bangsa Agrobisnis dan HKTI DPC Kabupaten Sukabumi untuk membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, khususnya di Kabupaten Cianjur dan Jawa Barat,” ujar Hikmat.

Ia mengatakan pengembangan DBA01 terus didorong melalui pola kemitraan bersama petani dan berbagai pihak di daerah, termasuk di Kabupaten Cianjur.

Baca Juga: Dinkes Pastikan Kesiapan Dokter Internship Sebelum Bertugas di Sukabumi

Perjalanan DBA01

DBA01 bukan varietas yang lahir dalam waktu singkat. Pengembangannya telah melewati sejumlah tahapan sebelum diuji lebih luas di lapangan.

Varietas tersebut dinyatakan lulus sidang pelepasan pada Oktober 2024. Selanjutnya, DBA01 dikukuhkan sebagai varietas unggul baru pada 30 Januari 2025.

Di Kabupaten Cianjur, pengembangan DBA01 dilakukan melalui kolaborasi antara PT Doa Bangsa Agrobisnis dengan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur.

Uji coba dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Mande dan Sindangbarang. Masing-masing lokasi menggunakan lahan demplot seluas 1.000 meter persegi.

Pengujian di sejumlah wilayah juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Secara nasional, hasil pengujian di delapan lokasi berbeda mencatat DBA01 memiliki potensi hasil hingga 13,4 ton pipilan kering per hektare.

Angka tersebut menjadi salah satu pijakan dalam pengembangan DBA01. Namun, bagi perusahaan, produktivitas bukan satu-satunya persoalan yang harus dijawab.

Ketersediaan benih dan akses pasar juga menjadi bagian penting dalam membangun rantai pertanian yang berkelanjutan.

Perwakilan Kepala Bidang Pertanian Kabupaten Cianjur, Yogi, menyambut positif pengembangan DBA01. Ia menilai kehadiran produsen benih jagung dari Jawa Barat memiliki arti penting bagi penguatan sektor perbenihan dan produktivitas pertanian.

“Kami menyambut baik dan merasa bangga dengan capaian PT Doa Bangsa Agrobisnis melalui varietas DBA01. Kehadiran produsen benih jagung dari Jawa Barat seperti DBA menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan perbenihan dan produktivitas pertanian,” kata Yogi.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, petani dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan Jawa Barat.

Baca Juga: Modus Korupsi Kaur Keuangan Desa Ciheulang Tonggoh, APBDes Rp574 Juta Dipakai Bayar Utang-Renov Rumah

Dari Cianjur hingga Sukabumi

Upaya membangun ekosistem pertanian tersebut kemudian diperluas melalui penguatan infrastruktur perbenihan. PT Doa Bangsa Agrobisnis membangun fasilitas pengolahan benih di Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 ton benih per tahun.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan sekaligus kualitas benih jagung hibrida DBA01 yang dikembangkan dari Jawa Barat.

Selain itu, perusahaan membuka peluang kemitraan penangkaran benih DBA01. Kemitraan tidak hanya ditawarkan kepada petani di Kabupaten Cianjur, tetapi juga di berbagai wilayah lainnya.

Melalui pola tersebut, petani dan calon mitra dapat terlibat langsung dalam proses penangkaran dan pengembangan benih bersama perusahaan.

Rantai yang dibangun pun menjadi lebih panjang. Dari benih, lahan petani, proses budidaya, penangkaran, pengolahan, hingga pasar, seluruhnya diarahkan untuk saling terhubung.

Lebih dari sekadar angka produktivitas, pengembangan DBA01 membawa agenda kemandirian benih dan penguatan posisi petani dalam mata rantai pertanian.

Berdasarkan hasil pengujian Direktorat Hilirisasi Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, benih jagung DBA01 juga telah lolos uji sebagai bahan komoditas pangan.

Artinya, DBA01 tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan pakan ternak, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan.

Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan, keberadaan varietas jagung yang dikembangkan dari Jawa Barat tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan sumber benih sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas jagung.

Dari sebuah demplot di Desa Jamali, langkah itu kini diarahkan menjadi gerakan yang lebih besar: membangun ekosistem jagung Jawa Barat yang tidak berhenti pada panen, tetapi berlanjut dari benih hingga pasar.

Berita Terkait
Berita Terkini