SUKABUMIUPDATE.com - Wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu (4/10/2026) pagi pukul 08.31 WIB.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa ini memiliki parameter pemutakhiran dari magnitudo M 4,2 menjadi M4,1.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,43° LS dan 106,69° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 51 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman hiposenter 23 kilometer.
Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, guncangan yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
"Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif bawah laut," terang Ana Oktavia Setiowati dalam keterangan resminya, Minggu (4/10/2026).
Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas yang bervariasi:
Palabuhanratu dan Cianjur: Dirasakan dengan Skala Intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Cidolog: Dirasakan dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hingga berita ini diturunkan, BMKG mengonfirmasi belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat dampak guncangan tersebut.
BMKG juga memastikan bahwa dari hasil monitoring hingga pukul 08.45 WIB, belum tercatat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi BMKG, baik melalui media sosial @infoBMKG, laman resmi bmkg.go.id, maupun aplikasi Mobile Apps InfoBMKG," pangkas Ana.










