Atap Terbang dari GOR hingga Hujan Es, SMPN 2 Cicurug Sukabumi Diterjang Puting Beliung

Sukabumiupdate.com
Rabu 30 Sep 2026, 18:34 WIB
Atap Terbang dari GOR hingga Hujan Es, SMPN 2 Cicurug Sukabumi Diterjang Puting Beliung

Kondisi di lapang upacara SMPN 2 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, usai diterpa hujan es dan angin kencang pada Rabu (30/9/2026). (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras disertai angin kencang dan butiran kristal es menerjang wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/2026) sore sekira pukul 13.40 WIB. Fenomena cuaca ekstrem tersebut merusak sejumlah fasilitas bangunan di SMPN 2 Cicurug yang berlokasi di Jalan Leuwinanggung, Desa Purwasari.

Operator SMPN 2 Cicurug, Sandi Zulhikmawan, menuturkan bahwa bencana angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba saat para guru dan staf sekolah tengah menggelar rapat di dalam ruangan.

"Kebetulan sekitar jam 13.40 WIB itu anak-anak sudah dipulangkan dari pukul 13.00 WIB karena ada agenda rapat mendadak. Tiba-tiba ada angin besar dan hujan badai, pas kita lihat keluar ternyata hujannya disertai es (kristal es)," ujar Sandi saat ditemui sukabumiupdate.com di lokasi.

Mendengar suara gemuruh yang mencekam, para peserta rapat berhamburan keluar. Petugas sekolah langsung mengevakuasi sejumlah siswa yang masih berada di area sekolah karena sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ke lokasi yang lebih aman di bagian depan gedung.

Baca Juga: Badai di Sukabumi Utara: 12 Kendaraan Tertimpa Pohon Beringin Tumbang di SMAN 1 Cicurug

Dampak amukan angin puting beliung menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah ruang fasilitas belajar mengajar. Kerusakan melanda ruang kelas 7D, 7E, 9C, 9D, dan 9E, serta ruang Bimbingan Konseling (BK), laboratorium IPA, hingga fasilitas kamar mandi (WC).

"Yang paling parah ada di bagian WC belakang untuk kelas 7, atapnya sampai terbuka semua. Selain itu, ruang BK dan kelas 9 D juga mengalami bocor. Beberapa genteng laboratorium IPA juga pecah," jelas Sandi.

Kejadian dramatis juga terjadi ketika selembar material atap baja ringan berukuran besar mendadak mendarat di halaman sekolah. Atap tersebut diduga kuat terhempas angin dari kawasan GOR Cicurug yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi SMPN 2 Cicurug.

"Kita sempat kaget ada atap baja ringan mendarat. Setelah dicek, bukan berasal dari atap sekolah kami yang lepas, melainkan terbang dari area GOR di sebelah," kata Sandi.

Mempertimbangkan faktor keselamatan para siswa dan kondisi ruang kelas yang belum memungkinkan untuk dipakai belajar, pihak sekolah mengambil langkah cepat pascabencana.

Berdasarkan peninjauan langsung dari pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta hasil koordinasi dengan Kepala Sekolah, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dipastikan dihentikan sementara.

"Hasil koordinasi dengan Kepala Sekolah, Kepala Dinas, dan Kasi yang tadi meninjau langsung ke lokasi, disepakati kegiatan belajar mengajar diliburkan selama dua hari, yaitu hari Kamis dan Jumat. Saat ini situasi masih perlu dibersihkan dan dirapikan terlebih dahulu," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini