2,57 Persen: Martabak Sumbang Inflasi di Kota Sukabumi pada April 2026

Sukabumiupdate.com
Senin 11 Mei 2026, 14:46 WIB
2,57 Persen: Martabak Sumbang Inflasi di Kota Sukabumi pada April 2026

Ilustrasi AI. Martabak sumbang inflas April 2026 Kota Sukabumi (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - berdasarkan perhitungan Year on Year lanjt inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 persen. Martabak menjadi salah satu komoditas yang menyumbang inflasi di waktu tersebut.

Melansir portal resmi pemerintah daerah, baru-baru ini Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi mengumumkan rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK). Bulan April 2026 laju inflasi di Kota Sukabumi menyentuh angka 0,04 %. Angka inflasi Month to Month (MtM) tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan angka inflasi nasional sebesar 0,13%. 

Baca Juga: Nasabah Tahara BPR Sukabumi Cabang Cisaat Meningkat 25 Persen di Tahun 2026

Sedangkan berdasarkan perhitungan Year on Year (YoY), inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 %, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Barat dengan angka inflasi 2,49% dan angka inflasi nasional sebesar 2,42%.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi penyumbang inflasi pada Bulan April (MtM) di antaranya adalah minyak goreng, tahu mentah, telepon seluler, daging sapi, kopi bubuk, dan air kemasan. Sedangkan penyumbang inflasi April 2026 year on year adalah Emas Perhiasan; Daging Ayam Ras; Minyak Goreng; Telur Ayam Ras; Sigaret Kretek Mesin (SKM); Beras; Kontrak Rumah; Tahu Mentah; Martabak dan Sigaret Putih Mesin (SPM).

Baca Juga: 449 Guru Sukabumi Naik Pangkat, Disdik Dorong Pendidikan Berkualitas hingga Pelosok

Bagian Perekonomian juga melaporkan beberapa catatan penting yang mempengaruhi kondisi perekonomian pada Bulan April lalu yakni harga emas global yang mengalami penurunan, kemudian harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit menurun pasca Idul Fitri, tarif angkutan kembali normal setelah periode mudik lebaran, dan kenaikan harga energi yang dipengaruhi kondisi geopolitik global.

Selain itu dijelaskan pula bahwa Pemerintah Kota Sukabumi melakukan sejumlah upaya pengendalian inflasi, seperti dengan mempererat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengadakan gerakan pasar murah, dan secara rutin memantau harga bahan pokok penting. Secara umum inflasi Kota Sukabumi tetap terjaga dalam rentang target nasional sebesar 2,5% dengan deviasi kurang lebih 1%.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini