Pantau Pilkades di Sukabumi, Ini Catatan dari Anggota DPRD Jabar Hasim Adnan

Pantau Pilkades di Sukabumi, Ini Catatan dari Anggota DPRD Jabar Hasim Adnan

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Provinsi Dapil Jabar V (Kabupaten dan Kota Sukabumi), Hasim Adnan memantau penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2022 di beberapa desa di Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/5/2022). Secara umum, kata Hasim, penyelenggaraan Pilkades hari ini berjalan lancar dan damai.

"Setidaknya sampai hari ini, saya belum mendapatkan laporan adanya konflik horizontal antar masyarakat pendukung para calon kades yang menang maupun calon kades yang kalah," kata Hasim Adnan kepada sukabumiupdate.com.

Itu artinya, lanjut Hasim, tingkat kedewasaan para pemilih dan tim sukses masing-masing calon yang sudah berkontestasi semaking matang.

Baca Juga :

Meski demikian, Politisi PKB itu tetap memberi beberapa catatan, yaitu masih berlakunya "Politik Ala Sinterklas".

"Dari total 70 Desa yang melaksanakan Pilkades serentak, hasil pengamatan sepintas dan beberapa laporan dari lapangan, ternyata yang masih berlaku adalah politik sinterklas," ungkapnya.

photoHasim Adnan, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Jabar.

Menurut Hasim, fenomena politik membagi-bagikan uang atau bantuan kepada masyarakat secara langsung ini sejatinya harus menjadi keprihatinan bersama, demi kesehatan sistem demokrasi Indonesia di masa depan.  

"Karena bila politik sinterklas ini menjadi sesuatu yang lumrah di mata publik (pemilih), akan semakin memperberat upaya pemulihan sistem dan kesehatan demokrasi di tanah ibu pertiwi yang kita cintai ini. Dan itu sama saja dengan memperlambat kemajuan bagi pemerintahan desa itu sendiri," tandasnya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB