SUKABUMIUPDATE.com – Pertemanan antara Saeful Rohman (SR) dengan DI, selaku teman sekelas di SD Negeri Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ternyata menyimpan kisah tragis.
SR yang akhirnya tewas terkapar di sebelah kelasnya, pada Selasa (8/8/2017) pagi itu, sebelumnya terlibat konflik dengan DI, dan ternyata selalu menjadi korban bully disertai kekerasan.
"Sebenarnya kejadian anak saya dikasari sama pelaku, bukan kali ini saja, sudah sering," ujar Ajijah (42 tahun), ibu SR, Kamis (10/8/2017).
BACA JUGA:Â Terungkap, Penyebab Kematian SR Siswa SD Negeri Longkewang Kabupaten Sukabumi
Pengakuan tersebut diungkapkan Ajijah, langsung kepada Kapolres Sukabumi, AKBP M Syahdudi saat mendatangi rumah duka di Kampung Citiis, Desa Hegarmanah, petang tadi.
"Seingat saya, sudah lebih dari tiga kali anak saya dikasari oleh pelaku, selama sekolah. Mulai dari merusak peralatan sekolah sampai fisik," imbuh Ijah (Sapaan akrab Ajijah).
Bahkan menurut Ijah, anaknya (SR) pernah di cakar pelaku (DI) di bagian muka, malahan buku SR juga pernah dirusak DI.
"Saya sudah laporkan ini ke guru, sama orang tuanya. Akhirnya guru memisahkan tempat duduk anak saya dan pelaku. Awalnya sempat sebangku," tuturnya.
BACA JUGA:Â Khawatir Trauma Menghantui, Para Siswa SD Negeri Longkewang Kabupaten Sukabumi Jalani Hipnoterapi
Perempuan ini pun mengaku pernah mendatangi keluarga DI, untuk menyampaikan perilaku kasar anaknya kepada SR.
"Anak saya itu tidak mau laporan, tapi karena saya curiga ada luka, saya paksa dan akhinya ia mengaku sering dikasari oleh pelaku," ungkapnya.
Ajijah pun berharap kepada Syahdudi, supaya kematian anaknya bisa di proses hukum secara adil. Ia menyerahkan sepenuhnya masalah ini pada polisi dan hukum yang berlaku.
BACA JUGA:Â Ini Sikap Kapolres Sukabumi Soal Penanganan yang Menimpa SR, Siswa SD Negeri Longkewang
"Kami tidak paham hukum, tapi kami percaya pak polisi bisa adil dan bijaksana," pungkasnya penuh harap.
Sementara, Syahdudi menyanggupi harapan keluarga korban. "Doakan dan dukung kami bisa menyelesaikan kasus ini secara profesional. Terima kasih atas kepercayaannya," ucap Syahdudi di hadapan keluarga korban.