Hadapi Lebaran, Kuli Sadap Getah Pinus Sagaranten Kabupaten Sukabumi Harap THR

[object Object]
Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Hadapi Lebaran, Kuli Sadap Getah Pinus Sagaranten Kabupaten Sukabumi Harap THR

SUKABUMIUPDATE.com - Para kuli sadap getah pinus di wilayah Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sagaranten Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi berharap lebaran kali ini dapat Tunjangan Hari Raya (THR).

Dadun (52), asal Kampung Tegalwaru RT 09/02, Desa Puncakmangis, Kecamatan Sagaranten, mengaku sudah tiga tahun menjadi kuli sadap di hutan Pinus milik Perhutani tersebut.

BACA JUGA: Tiga Wanita Cipurut Kabupaten Sukabumi Kuli Pecah Batu untuk Mengisi Waktu

“Saya dan istri setiap 15 hari sekali itu, tidak kurang 2.500 Kilogram (Kg) bisa menjual dengan harga satu kilogram 3.250 Rupiah. Sementara ini, saya cuma mengandalkan dari menyadap Pinus untuk kebutuhan sehari-hari, urusan THR kan kami di sini hanya kuli saja, mungkin kalau orang-orang kantornya dapat. Tiap lebaran juga tdak ada THR/kadeudeuh sama buruh,” aku Dadun kepada sukabumiupdate.com, saat ditemui di sela kesibukannya, Sabtu (17/6).

BACA JUGA: Suami Stroke Anak Gangguan Mental, Sederhana Keinginan Warga Pasiripis Kabupaten Sukabumi Ini

Sementara, Acih (46), kuli sadap lainnya, berharap lebaran sekarang bisa menerima, apalagi mereka berdua mengaku belum pernah merasakan THR.

“Kalau harapannya, tahun ini (2017) ada THR. Ya, kami berdua belum pernah merasakan THR," sebutnya polos.

Selaku mandor sadap di BKPH Sagaranten, Jejen (47) menjelaskan, sekarang upah kuli sadap berdasarkan dari hasil sadapan.

BACA JUGA: Demi Seliter Beras, Janda Tua Ciracap Kabupaten Sukabumi Jadi Kuli Setiap Hari

“Sekarang itu dibayar per kilogram 3.560 Rupiah. Pembayarannya biasanya waktu mupul dan hasilnya di bawa ke sini. Dari awal mancong sampai mupul itu ada yang 10 hari-15 hari, mereka rata-rata menghasilkan getah 100 kilogram," terang Jejen.

Ditambahkannya, jumlah tersebut didapat dari 500 pohon. Sedangkan mengenai tuntutan THR dari kuli sadap, Jejen mengatakan, "Kalau dulu-dulu sih berupa sarung dan sepatu. Ada lah. Tapi sekarang tidak tahu nih, belum ada informasi,” terang Jejen dalam kesempatan berbeda.

Berita Terkini