SUKABUMIUPDATE.com - Argentina akan menghadapi Inggris di babak semifinal Piala Dunia 2026 pada Kamis dinihari nanti. Argentina berupaya untuk mempertahankan gelar Piala Dunia sekaligus menjadi tim pertama yang kembali meraih hal serupa sejak lebih dari 60 tahun.
Jika Argentina berhasil mengalahkan Inggris, La Albiceleste dipastikan akan bertemu Spanyol yang mengalahkan Prancis 2-0. Tim asuhan Lionel Scaloni hanya akan selangkah lagi menjadi tim pertama sejak 1962 yang akan merengkuh trofi Piala Dunia secara beruntun.
60 tahun lalu, Brasil menjadi juara bertahan di Piala Dunia. Setelah berhasil menjadi juara Piala Dunia pertama pada tahun 1958, saat Pele masih berusia 17 tahun menjadi bintang lapangan setelah menang 5-2 atas Swedia di partai final, Selecao kembali menjadi juara di edisi berikutnya setelah mengalahkan Cekoslowakia 3-1.
Baca Juga: Bisakah Jude Bellingham dan Harry Kane Akhiri Puasa Gelar Inggris di Piala Dunia 2026 ?
Saat mengalahkan Cekoslowakia, Brasil menjadi tim kedua yang menjadi juara Piala Dunia beruntun. Pada tahun 1934 dan 1938, Italia yang diasuh oleh Vittorio Pozzo membawa Gli Azzuri menjadi tim pertama yang meraih gelar back to back.
Belum ada satu pun negara yang mampu menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga edisi secara beruntun. Setelah turnamen sempat terhenti selama 12 tahun akibat Perang Dunia II, ambisi Italia untuk mempertahankan gelar ketiga berturut-turut berakhir lebih cepat karena tersingkir di fase grup Piala Dunia 1950. Nasib serupa juga dialami Brasil pada Piala Dunia 1966, ketika upaya mereka meraih hattrick gelar juara kandas sejak babak penyisihan.
Saat itu, Pele yang kerap menjadi sasaran permainan keras para pemain bertahan lawan bahkan sempat mengutarakan keinginannya untuk pensiun dari sepak bola internasional setelah Brasil gagal melangkah lebih jauh di turnamen tersebut.
Baca Juga: Preview Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026, The Three Lions Tantang Juara Bertahan
Tersingkirnya juara bertahan pada Piala Dunia 1950 dan 1966 bukanlah kejadian yang langka dalam sejarah turnamen. Dari 22 edisi Piala Dunia putra sebelum 2026, tercatat enam kali sang juara bertahan gagal melewati fase grup. Bahkan, hampir seluruh Piala Dunia yang digelar saat ini menyaksikan nasib serupa, termasuk tiga edisi berturut-turut pada 2010, 2014, dan 2018.
Meski demikian, ada dua tim yang nyaris berhasil mempertahankan mahkota juara dunia. Yang terbaru adalah Prancis, yang mengangkat trofi pada Piala Dunia 2018 sebelum melaju lagi ke final edisi 2022. Namun, setelah bermain imbang dramatis 3-3, Les Bleus harus mengakui keunggulan Argentina melalui adu penalti di Qatar. Hasil itu membuat trofi Piala Dunia kembali berganti pemilik, memperpanjang catatan menjadi 15 edisi beruntun tanpa juara yang mampu mempertahankan gelarnya.
Sebelumnya, Brasil juga pernah berada di ambang mempertahankan gelar. Setelah menjadi juara pada 1994, Selecao berhasil menembus final Piala Dunia 1998. Namun, mereka harus puas sebagai runner-up setelah takluk 3-0 dari tuan rumah Prancis. Brasil baru kembali merebut gelar dunia pada edisi 2002.
Sumber: diario.as












