TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Istana Jawab Kritik Soal Pengecatan Pesawat Kepresidenan: Direncanakan Sejak Tahun 2019

Andri Somantri
Penulis
Selasa 3 Agt 2021, 21:10 WIB
Istana Jawab Kritik Soal Pengecatan Pesawat Kepresidenan: Direncanakan Sejak Tahun 2019

SUKABUMIUPDATE.com - Pihak Istana angka bicara setelah banyaknya pihak yang mengkritik soal pengecatan ulang Pesawat Kepresidenan atau Pesawat BBJ 2. Kritik tersebut salah satunya disampaikan pengamat penerbangan Alvin Lie yang menyebut hal itu sebagai bentuk foya-foya keuangan negara. 

Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono menjelaskan, bahwa alokasi anggaran untuk perawatan dan pengecatan sudah dialoksikan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN," ujar Heru saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021).

Selain itu, kata Heru, Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan refocusing anggaran di APBN 2020 dan APBN 2021 sebagai upaya pendanaan penanganan Covid-19. Adapun refocusing anggaran tersebut sudah sesuai dari yang ditetapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Sebagai upaya untuk pendanaan penanganan covid, Kementerian Sekretariat Negara juga telah melalukan refocusing anggaran pada APBN 2020 dan APBN 2021, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Keuangan," paparnya.

Tak hanya itu, Heru menyebut bahwa pengecatan pesawat kepresidenan telah direncanakan sejak tahun 2019. "Pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak tahun 2019, serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara," ujar Heru.

Heru menambahkan bahwa proses perawatan dan pengecatan dilakukan di Indonesia. Sehingga mendukung industri penerbangan dalam negeri.

"Dapat pula kami tambahkan, bahwa proses perawatan dan pengecatan dilakukan di dalam negeri. Sehingga secara tidak langsung, mendukung industri penerbangan dalam negeri, yang terdampak pandemi," katanya lagi.

Dinilai Foya-foya

Sebelumnya, pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkap bahwa pesawat kepresidenan diubah warnanya kini menjadi merah putih. Hal itu ia ungkapkan lewat laman Twitter pribadinya.

Mantan anggota Ombudsman RI itu bahkan mengkritisi biaya cat ulang pesawat kepresidenan itu. Pria bernama lengkap Alvin Lie Ling Piao itu bahkan menyebut hal itu sebagai bentuk foya-foya.


Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini