5 Jurnalis dan 3 ABK Masih Hilang di Selat Sunda, Hari Ketujuh Jadi Evaluasi SAR

Sukabumiupdate.com
Senin 14 Sep 2026, 13:35 WIB
5 Jurnalis dan 3 ABK Masih Hilang di Selat Sunda, Hari Ketujuh Jadi Evaluasi SAR

Basarnas menerjunkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk memperkuat operasi pencarian delapan penumpang speed boat yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten. (Sumber Foto: Basarnas)

SUKABUMIUPDATE.com - Operasi pencarian delapan korban hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, memasuki masa krusial. Memasuki hari ketujuh operasi pada Senin (14/9/2026), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersiap menggelar evaluasi total untuk menentukan kelanjutan status Operasi SAR.

Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menegaskan bahwa hasil pergerakan tim di lapangan pada hari ketujuh ini menjadi penentu utama.

"Untuk perpanjangan ataupun kita hentikan nanti kita lihat dari hasil pelaksanaan hari ketujuh ini sehingga nanti jadi bahan evaluasi kita, apakah operasi akan kita hentikan ataupun diperpanjang," kata Rizky dikutip dari suara.com.

Guna memaksimalkan pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas area operasi hingga mencapai 6.649 nautical mile (NM) persegi, lebih luas dibandingkan area pencarian pada Minggu (13/9/2026) yang mencakup 6.010 NM persegi.

"Untuk hari ini luas area di arus permukaan air itu seluas 4.586 nautical mile persegi, kemudian untuk luas area pencarian udara itu 2.063 nautical mile persegi," jelas Rizky.

Baca Juga: Tragedi KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 Meninggal, Ratusan Penumpang Masih Dicari

Sebanyak 18 armada kapal dikerahkan penuh melingkupi gabungan unsur TNI Angkatan Laut (3 KRI, 1 KAL, dan 1 RBB), Polairud (8 kapal), serta Basarnas (3 KN SAR dan 2 RIB).

Secara teknis, Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo, menjelaskan perpanjangan masa pencarian sangat bergantung pada indikasi di lapangan, seperti ditemukannya barang pribadi korban maupun serpihan material kapal.

"Kalaupun seandainya operasi SAR ditutup, berganti mode kesiapsiagaan. Bilamana ditemukan tanda-tanda adanya laporan keberadaan korban, operasi SAR diadakan kembali," ujar Rangga.

Di sisi lain, dorongan agar pencarian terus dilanjutkan datang dari pemerintah daerah. Gubernur Banten, Andra Soni, berharap Basarnas tidak langsung menutup operasi jika hingga Senin sore para korban belum ditemukan.

"Harapan saya adalah untuk memaksimalkan pencarian dan memperpanjang waktu pencarian," ujar Andra Soni.

Baca Juga: Pantai Pamancalan Surade Sukabumi, Destinasi Wisata Pesisir yang Menarik Dijelajahi

Peristiwa ini bermula ketika sebuah kapal cepat (speed boat) bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapal yang mengangkut delapan orang tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak. Lima dari delapan penumpang merupakan jurnalis, yaitu:

  1. M. Bagus Khoirunnas (ANTARA)
  2. Ari Basuki (Merdeka)
  3. Yudhistiro Pranoto (iNews)
  4. Firman Daus (Anadolu)
  5. Donal Husni (Jurnalis Lepas)

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta (nakhoda), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Sumber: Suara.com

Berita Terkait
Berita Terkini