Waspada, Mikroplastik Ditemukan dalam Buah dan Sayuran, Kenali Resikonya bagi Tubuh

Sukabumiupdate.com
Senin 14 Sep 2026, 09:00 WIB
Waspada, Mikroplastik Ditemukan dalam Buah dan Sayuran, Kenali Resikonya bagi Tubuh

Ilustrasi - Mikroplastik Ditemukan dalam Buah dan Sayuran, Kenali Resikonya bagi Tubuh. (Sumber : Pexels/Sarah Chai)

SUKABUMIUPDATE.com - Buah dan sayuran selama ini dikenal sebagai bagian penting dari pola makan sehat. Namun, kabar mengenai ditemukannya mikroplastik dalam sejumlah buah dan sayuran kembali menjadi perhatian.Temuan mikroplastik pada beberapa bahan pangan yang umum dikonsumsi, termasuk apel, pir, brokoli, dan wortel. Temuan ini menambah kekhawatiran mengenai seberapa luas paparan mikroplastik melalui makanan sehari-hari.

Mikroplastik sendiri bukanlah istilah baru dalam isu pencemaran lingkungan. Kemenkes menyebut mikroplastik sebagai partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang dapat berasal dari degradasi plastik maupun berbagai bahan sintetis. Paparan terhadap manusia dapat terjadi melalui makanan, air, dan udara. Lantas, bagaimana mikroplastik bisa ditemukan dalam buah dan sayuran dan apakah konsumsinya berbahaya bagi tubuh?

Mikroplastik dapat berada di lingkungan tempat tanaman tumbuh, termasuk tanah dan air. Partikel yang berada di lingkungan tersebut kemudian berpotensi berinteraksi dengan tanaman dan masuk ke bagian tanaman melalui sistem perakaran.

Mikroplastik terdeteksi pada berbagai jenis buah dan sayuran seperti apel, pir, tomat, bawang, dan kentang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan mikroplastik tidak hanya berkaitan dengan makanan laut atau air minum. Rantai makanan berbasis tanaman juga menjadi salah satunya. Baru-baru ini ramai dibahas apel, pir, brokoli, dan wortel sebagai beberapa buah dan sayuran yang menjadi perhatian terkait keberadaan mikroplastik. 

Baca Juga: Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Resiko Mikroplastik bagi Tubuh

Mikroplastik dapat masuk ke tubuh terutama melalui konsumsi makanan dan minuman serta melalui udara yang terhirup. Risikonya dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif. gangguan hormon (Endokrin), risiko penyakit kardiovaskular, membawa toksin dan bakteri, hingga potensi kanker.

Namun keberadaan mikroplastik atau nanoplastik dalam makanan tidak dengan sendirinya langsung menunjukkan adanya risiko terhadap kesehatan. Kadar mikroplastik dan nanoplastik yang ditemukan dalam makanan terbukti menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia.

Pada akhirnya, temuan mikroplastik dalam buah dan sayuran menunjukkan bahwa paparan plastik dapat terjadi melalui lebih banyak jalur daripada yang selama ini disadari. Mikroplastik berpotensi masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, maupun udara.

Meski demikian, keberadaan mikroplastik dalam makanan tidak berarti buah dan sayuran harus dihindari. Karena itu, masyarakat perlu tetap mengkonsumsi buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan sehat, sekaligus menjaga kebersihan makanan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai untuk membantu menekan paparan.

Baca Juga: Barcelona Menang 4-2 atas Levante, Lamine Yamal Cetak Brace di La Liga

Sumber: Berbagai Sumber

Berita Terkait
Berita Terkini