Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Sukabumiupdate.com
Rabu 09 Sep 2026, 10:43 WIB
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap speed boat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kedua operasi, pencarian kini diperluas hingga perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang, kawasan yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Speed boat tersebut diketahui membawa delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga Rabu (9/9/2026), seluruh penumpang dan kru masih dalam pencarian.

Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan operasi pencarian hari kedua dilakukan dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan penyisiran.

“Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian,” kata Rizky dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Naik Speedboat Menuju Anak Krakatau, Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan area pencarian sepanjang 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian (spacing) 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer untuk menyisir area sejauh 69,5 NM dengan spacing yang sama.

"Kedua SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR," ujarnya.

Selanjutnya, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan rencana penyisiran sejauh 67 NM dan spacing 1 NM.

Adapun SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk menyisir wilayah perairan dari Pulau Rakata hingga Pulau Panjang. Kawasan tersebut menjadi salah satu fokus baru dalam operasi pencarian setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil pencarian sebelumnya.

"Ini menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya," ucap Rizky.

Delapan Orang Masih Hilang

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, serta masyarakat setempat.

Speed boat yang hilang kontak itu membawa delapan orang, terdiri dari tiga kru kapal dan lima jurnalis.

Tiga kru kapal tersebut adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu (guide).

Sementara lima jurnalis yang berada di dalam speed boat yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang berstatus jurnalis freelance.

Cuaca Mendukung Operasi Pencarian

Rizky menyebut kondisi cuaca di lokasi pencarian sejauh ini masih mendukung jalannya operasi SAR. Cuaca terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 14 knot yang bergerak dari selatan ke utara.

Selain itu, tinggi gelombang di perairan sekitar lokasi pencarian berkisar antara 0,4 hingga 1 meter sehingga memungkinkan tim melakukan penyisiran secara optimal.

Tim SAR gabungan akan terus mengoptimalkan personel, armada, dan peralatan yang tersedia. Evaluasi operasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta perkembangan informasi dari lapangan.

"Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengimbau masyarakat, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut untuk turut memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan speed boat maupun delapan orang yang masih dalam pencarian," pungkas Rizky.

Sumber: Suara.com

Berita Terkini