100 Yang Maha Kuasa, Prabowo Beri Nilai Dirinya: 98 Milik Presiden, Menteri Dapat 88-89

Sukabumiupdate.com
Minggu 09 Agu 2026, 10:33 WIB
100 Yang Maha Kuasa, Prabowo Beri Nilai Dirinya: 98 Milik Presiden, Menteri Dapat 88-89

Presiden Prabowo Subianto. (Sumber : BPMI Sekretariat Presiden)

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan caranya memberikan penilaian terhadap orang-orang yang bekerja bersamanya. Prabowo mengaku bukan sosok yang mudah memberikan nilai sempurna kepada bawahannya. 

Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa orang-orang yang telah lama bekerja bersamanya mengetahui dirinya termasuk sosok yang sulit memberikan nilai tinggi.

“Orang yang bekerja sama saya lama tahu bahwa saya ini termasuk susah kasih nilai. Karena apa? 100 itu milik yang maha kuasa iya kan, 99 itu milik Presiden Republik Indonesia, ya kan?” ujarnya.

Namun, Prabowo kemudian mengoreksi dan mengulang pernyataannya karena khawatir keliru secara konstitusi. 

"Saya ulangi lagi, nanti secara konstitusi saya salah. 99 dimiliki oleh MPR RI, ya. 98 dimiliki oleh Presiden Republik Indonesia,” katanya, dikutip dari Video YouTube BeritaSatu.

Baca Juga: Jorge Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun, Ayah Lionel Messi Tutup Usia

Tak hanya itu Prabowo juga memberikan nilai untuk DPR, DPD dan menteri di Kabinetnya.

“97 DPR, 96 DPD, iya kan? 96 DPD, 95 ketua umum partai, ya kan? Jadi kalau menteri dapat 88, 89, oke,” lanjut Prabowo. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026.

Acara tersebut sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan tokoh nasional turut hadir dalam acara tersebut.

Peluncuran 10 buku itu mengangkat perjalanan Bahlil selama berkiprah di pemerintahan. Isinya membahas berbagai pengalaman dan pemikiran Bahlil, termasuk sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan investasi, energi, dan hilirisasi.

Baca Juga: Kawasan Wisata Bromo Ditutup Total Imbas Kebakaran, Api Dilaporkan Capai Kawasan Sabana

Meski memberikan catatan mengenai penilaian kinerja, Prabowo mengaku tetap optimistis dan bangga atas berbagai prestasi yang telah dicapai.

“Tapi on the whole kita optimis, saya optimis. Saya merasa bangga atas prestasi RIIL karena ternyata rumus bernegara yang saya dapat dari banyak mentor saya, banyak guru saya, ya antara lain saya sebut saja Pak Gubernur NTT. Saya anggap guru saya, salah satu,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menyampaikan dua prinsip yang pernah diajarkan oleh salah satu mentornya dalam memimpin negara, yakni mencintai rakyat dan menggunakan akal sehat.

“Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya: love your people, cintai rakyatmu. Gunakan akal sehat,” ujarnya.

Menurut Prabowo, prinsip akal sehat tersebut harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah, termasuk kebijakan hilirisasi dan swasembada.

“Jadi kebijakan itu akal sehat. Kebijakan hilirisasi, kebijakan swasembada, semua itu akal sehat,” katanya.

Baca Juga: Susul Surken, Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango Terbakar: Diduga Dipicu Faktor Alam

Ia menegaskan, keputusan yang didasari kecintaan kepada rakyat dan akal sehat akan membawa pemerintah tetap berada di jalur yang benar.

“Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan. Swasembada pangan sangat akal sehat,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya swasembada pangan bagi keamanan sebuah negara. Menurutnya, negara yang tidak memahami pentingnya swasembada pangan akan menghadapi persoalan dalam menjaga keamanan.

“Swasembada pangan sangat mendasar. Mereka yang tidak paham swasembada pangan, negaranya tidak aman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut Gubernur Jawa Timur, Muhammad Nur atau yang akrab disapa Cak Nur yang menjabat dari Desember 1967 hingga Januari 1976, sebagai salah satu mentor yang pernah memberikan nasihat kepadanya.

Baca Juga: Kepala LLDIKTI IV Lepas Peserta KKN Tematik GRADASI 2026 dari 14 Kampus di Nusa Putra University

“Jadi, Saudara-saudara, mentor saya kedua, Gubernur Jawa Timur, Pak Muhammad Nur, Cak Nur. Berapa bulan sebelum meninggal, beliau cerita sama saya, ‘Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana. Bekerja yen wong cilik iso gemuyu. Pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa’,” tutur Prabowo.

Ia menjelaskan, ketika masyarakat yang berada dalam kondisi paling lemah dan tidak berdaya mampu tersenyum serta tertawa, hal itu menunjukkan bahwa mereka mulai memiliki harapan.

“Artinya kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya, bisa senyum dan ketawa, dia mulai punya harapan. Kita bekerja memberi harapan kepada rakyat kita yang paling tidak berdaya,” katanya.

Prabowo pun menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa pemerintah akan selalu berada di jalur yang benar selama bekerja untuk memberikan harapan kepada masyarakat.

“Saya kira we will always be on the right track. Kita akan selalu berada di jalan yang benar,” pungkasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini