SUKABUMIUPDATE.com - Kontingen Kabupaten Sukabumi menargetkan masuk 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung 28 Oktober hingga 20 November 2026. Sebanyak 42 cabang olahraga dan subcabang olahraga disiapkan untuk ambil bagian dalam ajang tersebut.
Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Porprov XV Jawa Barat 2026 Kabupaten Sukabumi, Ahmad Fahrizal, mengatakan puluhan cabang olahraga tersebut akan bertanding di tiga daerah, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.
"Jumlah total keseluruhan ada 42 cabang olahraga dan subcabang olahraga. Ini akan bertanding di tiga kota, yang pertama Kota Bekasi, kemudian Kota Bogor, dan juga Kota Depok," ujar Ahmad kepada sukabumiupdate.com pada Jumat (25/9/2026).
Persiapan administrasi kontingen juga telah dilakukan. Ahmad menyebut pihaknya telah menyelesaikan Delegation Registration Meeting (DRM), yakni proses pendaftaran resmi atlet, nomor pertandingan, pelatih, official, hingga struktur kontingen melalui aplikasi.
Baca Juga: HOAKS: Internet Nasional Padam Selama 3 Hari Mulai Jumat 25 September 2026
"Pada bulan September, satu minggu yang lalu, kami sudah menyelesaikan DRM. DRM itu adalah Delegation Registration Meeting. Jadi kami harus mendaftarkan secara aplikasi, by aplikasi, official, atlet, namanya, nomor pertandingan apa saja yang dimainkan oleh atlet, kemudian berapa jumlah official, berapa jumlah ketua, keseluruhan kontingen, itu satu per satu," katanya.
Proses DRM tersebut berlangsung selama lima hari. Hari pertama dilaksanakan di Kabupaten Bogor, hari kedua di Kota Bogor, hari ketiga di Kota Depok, sedangkan hari keempat dan kelima dilakukan di Kota Bekasi karena sebagian besar pertandingan Kabupaten Sukabumi berlangsung di daerah tersebut.
"Alhamdulillah, kalau progres sampai dengan per hari ini, kita sudah mendaftarkan sekitar 500 total atlet dan juga beserta pelatih dan official," ungkapnya.
Menurut Ahmad, jumlah 42 cabang olahraga dan subcabang olahraga tersebut mencakup sejumlah disiplin yang berada di dalam satu cabang olahraga. Ia mencontohkan olahraga renang yang memiliki beberapa nomor atau subcabang, seperti loncat indah, renang artistik, dan perairan terbuka.
Baca Juga: Sering Terbangun Tengah Malam? 6 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya
"Contohnya renang. Di dalam renang ini ada subcabangnya. Ada renang loncat indah, kemudian ada renang aqua artistic, dan juga ada renang perairan terbuka," jelasnya.
Dari sejumlah cabang olahraga yang diikuti, Kabupaten Sukabumi memiliki beberapa andalan, terutama dari cabang olahraga bela diri. Di antaranya jujitsu, pencak silat, karate, kickboxing, sambo, dan tinju.
Namun, satu cabang olahraga yang diproyeksikan menjadi salah satu penyumbang medali emas terbesar adalah arung jeram.
"Nah, kemudian yang paling kita unggulkan, salah satu cabang olahraga yang mudah-mudahan ini bisa mendulang, satu cabang olahraga bisa mendulang 10 emas adalah arung jeram. Ya, karena inilah potensi terbesar Kabupaten Sukabumi, arung jeram," ujarnya.
Baca Juga: Panca Wijaya Nahkodai PK KNPI Purabaya 2026–2029, Bawa Visi Pemuda Hari Ini Pemimpin Masa Depan
Selain arung jeram, sejumlah cabang olahraga berbasis perairan juga diharapkan mampu menyumbang medali, seperti ski air, selancar ombak, dan layar.
"Karena kan kita terkenal Kabupaten Sukabumi mempunyai laut ya, itu mudah-mudahan juga bisa mendulang lah untuk emas kita," katanya.
Terkendala Peralatan, Anggaran Jadi Tantangan
Di tengah persiapan menuju Porprov XV 2026, Ahmad mengakui masih terdapat kendala, terutama terkait efisiensi anggaran dan kebutuhan peralatan pertandingan.
Menurutnya, kebutuhan setiap cabang olahraga tidak sedikit. Bahkan, terdapat cabang olahraga yang mewajibkan atlet menggunakan perlengkapan dengan spesifikasi tertentu agar diperbolehkan mengikuti pertandingan.
"Tentunya kita semua sama-sama mengetahui bahwa efisiensi anggaran ini cukup berasa untuk kegiatan, karena saya bisa memberikan statement sebagai Ketua Satlak, memang kebutuhan atlet cabang olahraga itu tidaklah murah," ungkapnya.
Ia mencontohkan cabang olahraga jujitsu yang membutuhkan pakaian tanding atau gi sesuai standar pertandingan. Harga satu set gi tersebut disebut mencapai sekitar Rp1,5 juta untuk harga paling murah.
Baca Juga: Hutan Pinus Perhutani Blok Puncak Pilar Sukabumi Terbakar, Kades: Diduga Gegara Rokok
"Contoh olahraga bela diri, jujitsu itu satu gi-nya, namanya gi baju tandingnya itu baju gi, harganya Rp1,5 juta paling murah. Kalau atlet tidak memakai baju gi yang sesuai standar, itu bahan rajut, maka itu dipastikan tidak akan bisa ikut pertandingan," jelas Ahmad.
Kebutuhan peralatan juga menjadi tantangan bagi cabang olahraga lain, seperti dayung yang membutuhkan perahu kayak, canoeing, hingga perlengkapan dayung. Hal serupa berlaku pada cabang olahraga arung jeram.
"Nah, ini kami masih mengupayakan bagaimana ketersediaan alat ini bisa menunjang nanti atlet ketika performance pada Porprov nantinya," katanya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan peralatan, Ahmad menegaskan pihaknya tetap optimistis mengejar target yang telah ditetapkan.
"Kita berhitung realistis dengan potensi yang ada, walaupun tadi masih ditemukan ada sedikit kekurangan, itu kita masih sangat optimis dengan tekad dari para atlet, tidak fokus tidak surut oleh yang namanya kekurangan," ujarnya.
Baca Juga: Modal Nekat Jadi Prestasi: Siswi SMK di Cicurug Sukabumi Raih Juara Olimpiade Bidang Matematika
Kontingen Kabupaten Sukabumi ditargetkan mampu menembus posisi 10 besar dengan raihan total 90 medali, baik emas, perak maupun perunggu.
"Kita akan berusaha keras bisa memenuhi target masuk di posisi 10 besar dengan raihan medali 90 medali ya, dari emas, perak, dan perunggu," kata Ahmad.
Bahkan, ia menyebut tingkat optimismenya bersama jajaran Satlak dan para atlet mencapai 99 persen.
"Jadi kalau berbicara berapa persen kami optimis, kami insyaallah 99 persen optimis dan 1 persen kami serahkan kepada Yang Maha Kuasa, Allah SWT," pungkasnya.













