SUKABUMIUPDATE.com - Realisasi sejumlah program andalan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dinilai belum menyentuh persoalan pokok ekonomi masyarakat Indonesia.
Penilaian menohok tersebut disampaikan Ekonom Senior Anthony Budiawan.
Menurutnya, program-program tersebut masih jauh dari harapan dalam membangkitkan perekonomian dalam negeri, di tengah desakan agar pemerintah segera membenahi carut-marut kondisi ekonomi peninggalan rezim sebelumnya.
"MBG itu secara keseluruhan tidak memberikan nilai. Ini kan bagian dari fiskal. Selama fiskal tidak naik maka tidak ada tambahan ekonomi yang bisa dinaikan," ucap Anthony dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV pada Senin (3/8/2026).
Padahal, kata Anthony, MBG dapat menciptakan redistribusi konsumsi yang merata bagi tiap masyarakat.
Baca Juga: Cek Fakta: Video Dedi Mulyadi Bagi-Bagi Dana Bantuan Melalui Pesan WhatsApp
Masalahnya, pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah malah menghasilkan penumpukan kekayaan belaka.
"Harusnya dibatasi, satu orang satu SPPG aja. Jangan beberapa itu mempunyai puluhan, ratusan," tambahnya.
Selain MBG, Anthony juga menegaskan pendirian Kopdes Merah Putih di beberapa daerah juga tidak memberikan manfaat signifikan.
"Karena ini tidak berproduksi. Ekonomi ini kan harus ada produksi baru bisa meningkatkan ekonomi. Kalau tidak berproduksi apa yang harus ditingkatkan?," jelas mantan rektor Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie itu.
Sebabnya, menurut Anthony, Kopdes Merah Putih dan MBG sama-sama hanya menciptakan substitusi belaka.
Sumber: Suara.com (Alif Bintang)















