Termasuk di Sukabumi, Bareskrim: Korban Dugaan Pencabulan Syekh AM Ada 5 Orang

Sukabumiupdate.com
Kamis 02 Apr 2026, 16:58 WIB
Termasuk di Sukabumi, Bareskrim: Korban Dugaan Pencabulan Syekh AM Ada 5 Orang

Ilustrasi AI. Bareskrim Polri sebut ada 5 orang korban kasus dugaan pencabutlan Syekh AM (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Polri sudah mengantongi informasi para korban kasus dugaan pencabulan oleh Syekh AM. Kasus yang menjerat ulama dari timur tengah Syekh AM ini jadi perhatian publik, bahkan Komisi III DPR RI memanggil para penyidik Bareskrim Polri untuk menjelaskan perkaranya.

Direktur Tindak Pidana Perempuan, Anak, dan Pidana Perdagangan Orang (Dirtipid PPA-PPO) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Nurul Azizah, menyatakan korban lebih dari satu orang “Sampai saat ini korbannya ada lima,” ujar Nurul Azizah usai menghadiri rapat dengar pendapat umum bersama Komisi III DPR, Kamis, (2/4/2026)

Melansir Tempo.co, Bareskrim menangani kasus ini melalui laporan polisi model B pada 28 November 2025 terkait dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak. Nurul belum merinci detail kasus, namun menyebut peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu 2017 hingga 2025.

Baca Juga: Nasib Calon Kades di Tegalbuleud, Lolos dari Jembatan Putus Lalu Terpilih di Pilkades

Menurut Nurul, dugaan pelecehan seksual terjadi di sejumlah daerah, antara lain Purbalingga, Sukabumi, Bandung, Jakarta, dan Mesir. Ia menyatakan penyidik telah memanggil terlapor untuk pertama kali, namun terlapor meminta penundaan. 

“Kami akan menjadwalkan pemanggilan kedua,” ujarnya.

Dalam rapat dengar pendapat umum di DPR, sejumlah saksi kasus dugaan pelecehan seksual turut hadir. Hadir pula pendamping korban dari Rumah Teduh, Iin Achsien, kuasa hukum korban Akhmad Kholidin, serta perwakilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Baca Juga: Hemat BBM, Pemprov Jabar Sarankan ASN Gunakan Transportasi Umum Saat Ngantor

Syekh AM adalah warga negara Mesir dan saat ini tengah berada di negaranya. Dia dikenal sebagai satu ustaz dan juri lomba tahfidz yang berlangsung di salah satu stasiun televisi nasional di Indonesia. 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini