Jadi Sekolah Maung, 2 SMA dan 1 SMK di Sukabumi SPMB 2026 Lebih Cepat: Hanya Jalur Prestasi

Sukabumiupdate.com
Senin 18 Mei 2026, 17:07 WIB
Jadi Sekolah Maung, 2 SMA dan 1 SMK di Sukabumi SPMB 2026 Lebih Cepat: Hanya Jalur Prestasi

SMAN 2 Kota Sukabumi bersama SMAN 1 Palabuhanratu dan SMKN Cibadak ikut program sekolah maung Jawa Barat (Sumber: sman 2)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan 41 SMA dan SMK yang akan mengikuti program sekolah Maung (Manusia Unggul) akan menggelar SPMB 2026 lebih cepat. Tak ada jalur zonasi untuk SPMB di 41 sekolah ini, termasuk SMAN 2 Kota Sukabumi, SMAN 1 Palabuhanratu dan SMKN 1 Cibadak.

Melalui keterangan tertulis, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto, memastikan sistem zonasi tidak dipakai dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk Sekolah Manusia Unggul . Ia menegaskan, penerimaan siswa di sekolah unggulan itu hanya melalui jalur prestasi

"Baik itu prestasi akademik maupun nonakademik. Jadi, mohon maaf di Sekolah Maung ini tidak ada lagi sistem zonasi," ujar Purwanto, Senin (18/5/2026). 

Baca Juga: Air PDAM Kabandungan Sempat Keruh, Perumdam TJM Sebut Dipicu Longsor di Hulu Sungai

Purwanto mengatakan, pendaftaran SPMB Sekolah Maung lebih cepat dari jadwal SPMB sekolah lain akan dibuka pada 25-29 Mei 2026. Total kuota yang disiapkan mencapai 21.000 siswa baru. 

Menurut dia, 41 sekolah negeri yang masuk program Sekolah Maung. Sekolah tersebut terdiri dari 28 SMA negeri dan 13 SMK negeri di berbagai daerah di Jawa Barat. 

Purwanto menjelaskan, jalur akademik dalam seleksi Sekolah Maung akan melihat kemampuan dan potensi akademik siswa, termasuk kategori cerdas bakat istimewa. 

Baca Juga: Produk Lokal Go Global, DKUKM Bantu Pelaku UMKM Kabupaten Sukabumi Kantongi HKI

"Sekolah Maung ini khusus menggunakan jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik, yang akademiknya nanti bisa menggunakan jalur potensi akademik dan kemampuan akademik dan cerdas bakat istimewa," terangnya. 

Sementara untuk jalur non-akademik, siswa bisa menggunakan sertifikat prestasi di bidang seni, olahraga, keagamaan, hingga kepemimpinan. Disdik Jabar berharap informasi soal Sekolah Maung bisa dipahami masyarakat karena sekolah itu disiapkan menjadi sekolah unggulan berbasis prestasi. 

Sosialisasi di Sukabumi

Dalam sosialisasi di Kota Sukabumi, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 Provinsi Jawa Barat, Lima Faudiamar, menjelaskan ini merupakan momentum penting untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, inklusif, serta berintegritas. 

Baca Juga: Si Euis Buaya Penghuni Sungai Cikaso Sukabumi, Warga: Saat Musim Kemarau Kerap Muncul

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan sejumlah sekolah seperti SMAN 2 Kota Sukabumi sebagai Sekolah Maung atau Manusia Unggulan, bersama SMAN 1 Palabuhanratu dan SMKN 1 Cibadak. Koordinator Pengawas Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 Iwan Setiawan yang juga merupakan Ketua Panitia SPMB, menyampaikan bahwa sosialisasi serupa akan diadakan di berbagai sekolah lainnya yang masuk dalam wilayah kerja Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5, dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

“Kita juga nanti ada sosialisasi sekolah, per titik. Nanti yang diundang lebih ke grassroot sampai tingkat RT, RW dan orang tua siswa. Sehingga diharapkan calon siswa yang merupakan lulusan SMP, tsanawiyah maupun Paket B mendapatkan informasi utuh dan bisa mengakses pendidikan selanjutnya,” jelasnya dilansir dari portal Pemkot Sukabumi.

Ia melanjutkan Sekolah Maung punya sistem pendaftaran yang berbeda dari SPMB reguler. “SPMB – nya terpisah dengan yang reguler, mulai pendaftarannya tanggal 25 Mei 2026. Ini sekolah khusus anak – anak berprestasi akademik dan non akademik. Ini dari seluruh Jawa Barat, bahkan lintas kota atau kabupaten juga bisa,” tambahnya.

Baca Juga: Momen Wali Kota Sukabumi Naik Kuda saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bandung

Adapun pada SPMB reguler terdapat pula pembaruan yakni dengan dikenalkannya Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), yang akan dilakukan mulai tanggal 25 Mei 2026. PCMB merupakan kegiatan awal dari rangkaian kegiatan SPMB sebelum SPMB tahap satu, yang ditujukan untuk memetakan calon murid baru se – Jawa Barat lulusan SMP, MTs, paket B pada jenjang menengah, berdasarkan pilihan jenis sekolah baik SMA negeri atau swasta, SMK negeri atau swasta, SLB, Sekolah Manusia Unggul, atau Madrasah Aliyah. PCMB juga akan memetakan pilihan jalur SPMB. Berdasarkan jadwal yang disosialisasikan SPMB tahap pertama akan dibuka dari tanggal 15 hingga 19 Juni 2026.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini