SUKABUMIUPDATE.COM - Sebagian kalangan menilai, kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa berdampak pada perekonomian nasional. Lebih-lebih, terkait aksi Jumat (2/12).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Heri Gunawan (Hergun) asal Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memberi pandangan terkait hal itu. Pertama, aksi unjuk rasa terhadap kasus penistaan agama oleh Ahok pada Jumat (4/11), adalah hak konstitusional warga negara yang dilindungi undang-undang. Asalkan, dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
Kedua, aksi demonstrasi itu justru bisa menggerakkan ekonomi rakyat. “Kita bisa lihat, misalnya, pedagang, angkringan, dan jajanan di jalanan justru mendapat dampak positif. Banyak yang mengaku penjualannya meningkat. Ini positif,†katanya kepada sukabumiupdate.com.
Namun, Hergun mengingatkan, agar tetap mewaspadai permainan para spekulan yang ingin memetik keuntungan dari gejolak yang ada, sebagaimana Trump efect, atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, isu-itu dimainkan para spekulan di pasar, lalu mendistorsi Rupiah dan IHSG.
Pandangan ketiga, pada tataran makro bisa dibaca dari data yang ada, bahwa Indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 33 poin di level 5.362 saar demo (4/11), meski sempat turun 21 poin (0,41%) ke level 5.307. Dana investasi asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sebesar Rp200 miliar.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah ditutup menguat 7% (0,05 poin) ke level Rp13.068 per USD. Pada awal pembukaan cukup terkoreksi Rp13.088 per USD. Ini berarti bahwa pasar merespon positif aksi demonstasi yang berlangsung tertib, aman, dan damai.
“Keempat, kita bisa menyebut bahwa demokrasi Indonesia yang mayoritas Islam ini baik dan makin dewasa. Ini harus dijaga dan dirawat terus. Pada konteks ini, hukum harus menjadi panglima, harus dijalankan seadil-adilnya. Jangan ada pilih kasih. Kasus penistaan Ahok juga begitu. Jangan tebang pilih,†ungkapnya.
Terkait demo Jumat kemarin, ia mengajak untuk menghormati hak konstitusional warga negara. Asal tetap tertib, damai, dan aman. Jangan terpancing isu-isu tidak bertanggungjawab yang akan memecah belah bangsa.
"Tunjukkan kepada dunia, Indonesia adalah negara Islam demokratis yang beradab dan dewasa. Tunjukkan bahwa Pancasila sebagai nilai-nilai luhur yang melandasi kehidupan berbangsa dan benegara tetap sakti untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Terakhir, aksi-aksi demontrasi yang dijalankan dalam hari-hari terakhir, tidak akan berdampak pada ekonomi sepanjang hukum benar-benar ditegakkan secara adil dan tidak pilih kasih. Dengan begitu, sebagian besar kalangan yang terluka tetap percaya dan nyaman dengan proses hukum yang ada. Selanjutnya, kita harus tetap waspada terhadap penyusup, baik di dalam maupun dari luar, yang punya agenda-agenda lain yang bisa merusak NKRI,†ajaknya.