SUKABUMIUPDATE.com - Banyak orang sebenarnya niat berkurban, tapi kurang memahami detail kondisi hewan yang layak sehingga asal memilih karena murah, besar, atau sekadar ikut-ikutan.
Padahal memilih hewan kurban yang benar-benar layak dan memenuhi syarat adalah hal utama yang harus dilakukan agar ibadah kurban yang dilakukan bisa sah.
Nah, biar kamu bisa menghindari kekeliruan tersebut. Berikut beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi saat memilih hewan kurban seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Baca Juga: Dari Daun Pisang hingga Besek,Ini 6 Alternatif Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan
1. Tergiur Harga Murah Tanpa Memeriksa Kondisi Hewan
Ini paling sering terjadi menjelang Idul Adha. Karena ingin lebih hemat, sebagian orang langsung membeli hewan dengan harga jauh di bawah pasaran tanpa mengecek kesehatan dan kelayakannya. Padahal, harga murah kadang disebabkan kondisi hewan kurang baik seperti terlalu kurus, sakit, atau sudah tua namun tidak produktif.
2. Tidak Mengetahui Umur Hewan
Banyak pembeli hanya melihat ukuran tubuh, padahal umur hewan punya syarat tertentu dalam syariat. Contohnya kambing minimal sekitar 1 tahun dan sapi minimal 2 tahun. Kesalahan ini sering terjadi karena pembeli tidak tahu cara mengecek umur hewan, yang biasanya dilihat dari pergantian gigi.
3. Memilih Hewan yang Terlihat Gemuk, Padahal Sakit
Ada hewan yang tampak besar tetapi sebenarnya lesu, mengalami gangguan pencernaan, atau bahkan demam. Karena itu, jangan hanya melihat bobot tubuh. Perhatikan juga mata harus cerah, hidung tidak berlendir berlebihan, gerakan aktif, dan nafsu makan baik.
Baca Juga: Syarat Hewan Kurban yang Sah: Jangan Sampai Salah Pilih!
4. Mengabaikan Cacat Fisik
Kadang pembeli menganggap cacat kecil tidak masalah, padahal beberapa cacat bisa membuat qurban tidak sah atau makruh. Misalnya pincang parah, buta sebelah yang jelas, telinga rusak berat, atau tubuh terlalu kurus hingga tulang menonjol. Karena untuk berkurban, hewan sebaiknya dalam kondisi terbaik sebagai bentuk penghormatan dalam ibadah.
5. Membeli Mendadak di Hari Terakhir
Semakin dekat hari raya, pilihan hewan biasanya makin sedikit, akibatnya pembeli terburu-buru, harga melonjak, dan kualitas hewan sering tidak maksimal. Jadi, membeli lebih awal akan memberi waktu untuk memilih dengan tenang dan teliti.
6. Tidak Memeriksa Kebersihan Kandang Penjual
Kondisi kandang sebenarnya bisa menjadi petunjuk kesehatan hewan. Jadi coba perhatikan kalau kandang terlalu kotor, bau menyengat, atau hewan berdesakan, risiko penyakit biasanya lebih tinggi. Penjual yang baik biasanya menjaga kebersihan dan perawatan hewan.
7. Asal Percaya Tanpa Bertanya
Sebagian pembeli sungkan bertanya detail kepada penjual. Padahal penting untuk menanyakan umur hewan, asal ternak, riwayat kesehatan, hingga apakah sudah diperiksa petugas kesehatan hewan. Jadi saat memilih hewan kurban jangan takut bertanya karena ini berkaitan dengan ibadah.
8. Hanya Fokus pada Ukuran Tanduk atau Tubuh
Ada anggapan makin besar tanduk atau tubuh berarti hewan pasti bagus. Padahal yang utama adalah kesehatan, umur, dan kelayakan syariat. Karena hewan yang terlihat gagah belum tentu memenuhi syarat.
Itulah kesalahan yang sering dilakukan banyak orang saat memilih hewan kurban. Memilih hewan qurban bukan hanya soal mencari yang paling besar atau paling murah, tetapi memastikan hewan tersebut sehat, layak, dan memenuhi syariat.




