SUKABUMIUPDATE.com - Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandung di pekan ke-32 Super League, pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 15.30 WIB, di Stadion Segiri, Samarinda. Meski bermain di pulau Kalimantan, Mauricio Souza, pelatih Persija tak menjadikan hal tersebut sebagai faktor penghambat.
Stadion Segiri, Samarinda, akan menjadi kandang sementara bagi Persija. Walaupun kondisi yang dihadapi tidak sepenuhnya menguntungkan, Mauricio Souza menegaskan bahwa hal tersebut bukan alasan bagi timnya untuk kehilangan fokus.
Baca Juga: Majelis Taklim Aparatur DPRD Sukabumi: Perkuat Integritas Pegawai Lewat Muhasabah
Persija Jakarta tetap menjalani program latihan dengan intensitas tinggi sepanjang minggu. Apalagi, performa Macan Kemayoran tengah menunjukkan tren yang sangat baik sehingga rasa percaya diri para pemain semakin meningkat.
Dalam lima pertandingan terakhir, Persija sukses mempertahankan catatan tanpa kekalahan dengan meraih empat kemenangan serta satu kali imbang. Tidak hanya itu, lini serang mereka juga tampil produktif setelah membukukan 11 gol, sementara pertahanan hanya sekali kebobolan.
Baca Juga: Richard Lee Buka Suara soal Sertifikat Mualaf Dicabut: Tidak Pernah Mengajukan
Karena itu, Mauricio memilih untuk tidak terlalu memikirkan perubahan venue pertandingan Persija. “Kami tidak memiliki kuasa atas keputusan tersebut. Tentu kami kecewa karena laga dipindahkan dari Jakarta, padahal bermain di depan pendukung sendiri sangat berarti bagi kami. Namun keputusan sudah dibuat dan kami tidak bisa mengubahnya. Yang terpenting sekarang adalah datang ke sana dan memberikan performa terbaik,” katanya.
Di sisi lain, kekalahan pada pertemuan sebelumnya dijadikan bahan pembelajaran oleh tim. Salah satu perhatian utama Persija adalah memastikan para pemain mampu mengontrol emosi agar tidak merugikan tim di lapangan.
Baca Juga: DKUKM Kabupaten Sukabumi Latih UMKM Kelola Keuangan Digital Agar Naik Kelas
“Yang paling penting adalah kami harus menyelesaikan pertandingan dengan jumlah pemain lengkap. Pada laga pertama sebenarnya pertandingan berjalan cukup berimbang. Bandung hanya memiliki satu peluang dan mampu memanfaatkannya menjadi gol akibat kesalahan kami sendiri. Lalu pada babak kedua kami kehilangan satu pemain karena kartu merah, sehingga situasi menjadi jauh lebih sulit ketika menghadapi tim kuat seperti Persib Bandung,” tutur Mauricio.
Sumber: persija.id









