SUKABUMIUPDATE.com - Dalam budaya Sunda, sosok yang dihormati bukan selalu yang paling kaya atau paling tinggi jabatannya. Justru yang paling dihargai adalah mereka yang lemes dina basa, hade dina lampah, dan bisa menjaga sikap terhadap sesama.
Karena bagi orang Sunda dulu, menjadi manusia baik jauh lebih penting daripada sekadar terlihat hebat.
Karena itulah muncul istilah “sosok ideal orang Sunda”. Artinya adalah gambaran tentang manusia yang dianggap baik dan dihormati dalam pandangan budaya Sunda. Jadi bukan soal kaya, terkenal dan punya jabatan tinggi.
Tapi lebih ke bagaimana sikapnya, cara bicara, cara memperlakukan orang lain dan caranya menjalani hidup sehari-hari.
Ada beberapa hal yang menjadi dasar seseorang bisa dikatakan sebagai sosok ideal orang Sunda seperti dirangkum dari berbagai sumber, dan mungkin kamu punya salah satunya.
Baca Juga: 7 Hal Sederhana Ini Hanya Dipahami Orang Sunda, Coba Cek Apa Kamu Juga Paham!
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Rasa, 5 Kuliner Khas Sunda Ini Punya Makna di Baliknya
1. Someah (Ramah)
Ciri pertama seseorang bisa dikatakan sebagai orang Sunda ideal itu mudah menyapa, membuat orang nyaman dan tidak memiliki sikap yang kasar
2. Handap Asor (Rendah Hati)
Sama seperti masyarakat lainnya, orang Sunda tidak menyukai sikap sombong. Makanya jika kamu masih suka pamer, ingin dipuji dan masih merasa paling hebat, berarti belum bisa dikatakan sosok orang Sunda ideal.
3. Tepa Salira
Tepa salira adalah sikap yang bisa memahami perasaan orang lain atau bisa juga dibilang memiliki empati yang tinggi. Orang Sunda harus tahu kapan bicara, sangat bisa menjaga perasaan orang lain dan tidak asal ceplas-ceplos saat berbicara.
Baca Juga: Kerajaan-Kerajaan yang Ada di Tatar Sunda
4. Leuleus Jeung Hade Tata
Leuleus jeung hade tata artinya halus dalam bersikap dan memiliki perilaku yang baik. Leuleus di sini bukan berarti lemah, tapi bisa mengendalikan diri termasuk menahan emosi.
5. Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer
Ini konsep manusia ideal Sunda. Karena itu para sepuh selalu menasehati anak muda supaya cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer. Artinya kita harus sehat baik jasmani dan rohani, baik hati, menjunjung kejujuran, pintar baik dalam berpikir maupun mengendalikan emosi, dan cekatan tidak malas.
Di tengah dunia yang semakin keras dan penuh persaingan, nilai-nilai lama itu mungkin terdengar sederhana. Tapi justru kesederhanaan itulah yang membuat filosofi Sunda terasa berbeda.
Karena pada akhirnya, manusia tidak hanya dinilai dari apa yang dimiliki tetapi dari bagaimana ia memperlakukan orang lain.




