SUKABUMIUPDATE.com - Menanam tanaman sumber pangan seperti kentang saat ini tren di tengah meningkatnya kesadaran orang-orang akan pentingnya sumber pangan mandiri tanpa bergantung pada pasar.
Namun, masih banyak yang mengira jika bercocok tanam atau bertani memerlukan lahan luas, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Menanam kentang contohnya tidak selalu membutuhkan lahan luas.
Dengan teknik yang tepat, kentang juga bisa dibudidayakan di pot atau wadah sederhana di rumah. Metode ini cocok untuk kamu yang tinggal di perkotaan atau memiliki lahan terbatas. Berikut langkah-langkah menanam kentang di pot yang bisa dicoba di rumah.
Baca Juga: Cara Menanam Bawang Merah di Polybag, Yuk Simak Biar Gak Busuk!

1. Pilih Bibit Kentang yang Berkualitas
Gunakan kentang yang sudah memiliki tunas (mata kentang). Pilih bibit yang tidak busuk atau lembek, memiliki beberapa tunas kecil, dan berasal dari kentang sehat. Jika kentang berukuran besar, bisa dipotong menjadi beberapa bagian, pastikan tiap potongan memiliki mata tunas.
2. Siapkan Pot atau Wadah
Kentang membutuhkan ruang untuk berkembang di dalam tanah. Pilih pot yang sesuai seperti diameter minimal 30–40 cm, memiliki lubang drainase, dan bisa menggunakan semisal ember bekas, karung, atau polybag. Semakin besar wadah, semakin baik hasilnya.
3. Gunakan Media Tanam yang Subur
Media tanam harus gembur agar umbi mudah berkembang, gunakan campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam atau pasir dengan perbandingan: 1:1:1 agar media tetap ringan dan tidak padat.
Baca Juga: Harganya Seringkali Mahal, Simak 10 Cara Menanam Cabai Rawit di Polybag
4. Proses Penanaman
Pertama isi pot dengan media tanam setinggi ±15 cm, lalu letakkan bibit kentang dengan tunas menghadap ke atas dan setelahnya tutup dengan tanah tipis dan terakhir siram secukupnya supaya tanah lembab tapi jangan sampai becek. Tips, jangan langsung mengisi pot penuh, karena nantinya tanah akan ditambah bertahap.
5. Lakukan Penimbunan Tanah (Hilling)
Saat tanaman mulai tumbuh (tinggi ±15–20 cm), tambahkan tanah ke dalam pot. Proses ini bertujuan untuk melindungi umbi dari sinar matahari dan merangsang pertumbuhan umbi baru. Lakukan langkah penimbunan ini hingga pot hampir penuh.
6. Penyiraman dan Perawatan
Kentang membutuhkan air yang cukup, tapi tidak berlebihan. Jadi, siram 1–2 kali sehari (tergantung cuaca) jangan sampai tanah becek karena kentang bisa busuk. Letakkan pot di tempat yang mendapat sinar matahari.
Baca Juga: 7 Tips Memelihara Ayam di Rumah Biar Gak Banyak Lalat, Yuk Dicoba!
7. Pemupukan Tambahan
Agar hasil maksimal, berikan pupuk tambahan. Kamu bisa gunakan pupuk kompos, pupuk kandang, atau pupuk cair organik, atau bisa juga gabungan dari ketiganya. Berikan pupuk secara rutin setiap 1 sampai 2 minggu sekali.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa hama bisa menyerang tanaman kentang. Jadi kamu harus memantau dan mengendalikan hama dengan menggunakan pestisida alami (air bawang putih atau daun mimba), rutin buang daun yang terserang dan jangan lupa jaga kebersihan sekitar tanaman.
9. Masa Panen
Kentang biasanya siap panen dalam waktu 3 sampai 4 bulan. Tanda kentang siap panen yaitu daun mulai menguning dan layu, lalu batang tanaman mengering. Jika tanda-tanda itu terlihat segera bongkar media tanam secara perlahan dan ambil umbi kentang dengan hati-hati.
Menanam kentang di pot merupakan solusi praktis bagi siapa saja yang ingin berkebun di rumah. Dengan perawatan yang tepat, kamu tetap bisa menikmati hasil panen kentang sendiri meski tanpa lahan luas.




