SUKABUMIUPDATE.com – Rencana pembangunan Lapang Merdeka kedua di wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi mendapat respons beragam dari masyarakat. Berdasarkan hasil polling yang digelar melalui akun Instagram Sukabumiupdatecom, mayoritas warganet menyatakan tidak setuju dengan rencana tersebut.
Polling yang berlangsung selama sepekan, mulai 19 hingga 25 Mei 2026, diikuti sebanyak 3.781 responden. Hasilnya menunjukkan sebanyak 56 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap pembangunan “Lapang Merdeka kedua”, sementara 44 persen lainnya menyatakan mendukung.
Hasil polling tersebut memperlihatkan masih adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait urgensi pembangunan ruang publik baru di Kota Sukabumi.
Kelompok yang mendukung menilai kehadiran “Lapang Merdeka kedua” dapat menjadi alternatif ruang terbuka publik bagi warga, khususnya di wilayah Cibeureum yang terus berkembang. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung aktivitas masyarakat, olahraga, hingga kegiatan sosial dan budaya.
Namun, kelompok yang menolak menilai masih terdapat sektor lain yang perlu diprioritaskan dalam pembangunan daerah. Sejumlah warganet menyoroti kebutuhan peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, hingga program yang dinilai lebih mendesak bagi masyarakat.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Kaji Tuntutan Revisi Bonus Produksi PLTP Salak
Pro dan kontra pun bermunculan dalam kolom tanggapan warganet. Sebagian melihat pembangunan ruang publik baru sebagai kebutuhan jangka panjang, sementara lainnya mempertanyakan prioritas pembangunan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Kota Sukabumi.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Sukabumi tengah merancang pembangunan Lapang Merdeka kedua yang akan dibangun di wilayah Cibeureum. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperluas pusat aktivitas publik ke kawasan yang belum terlalu tersentuh fasilitas kota.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkap bahwa ide pembangunan lapangan publik ini bertujuan untuk menciptakan kesetaraan akses ruang terbuka sekaligus memperkuat identitas Kota Sukabumi. “Tujuannya agar warga di Cibeureum dan sekitarnya bisa merasakan suasana seperti yang ada di pusat kota,” ujarnya, Rabu 8 Oktober 2025.
Meskipun nama resmi untuk lapangan baru belum diputuskan, desain konseptualnya sudah mulai digarap. Lapang ini direncanakan mampu menampung berbagai jenis kegiatan: mulai dari pentas seni, konser, hingga event publik berskala besar. Ayep menegaskan bahwa lapangan ini bukan sebagai pengganti Lapang Merdeka pusat, melainkan pelengkap ruang kegiatan masyarakat kota.
“Tentang penamaan nanti akan kami koordinasikan dengan Wakil Wali Kota. Tapi fungsi dan konsepnya sudah jelas, yaitu menjadi wadah aktivitas seni dan event umum bagi warga,” tambahnya.
Pemerintah berharap langkah ini menjadi pemantik agar Cibeureum tidak cuma menjadi kawasan permukiman, melainkan pusat aktivitas sosial, budaya, dan pemerintahan yang representatif bagi warga kota.
Baca Juga: Warga Panik Ada Buaya di Sungai Cibatu Cibadak, Ditangkap Ramai-ramai
Disclaimer: Hasil polling ini merupakan gambaran sementara opini warganet di media sosial dan tidak dimaksudkan sebagai survei atau jajak pendapat ilmiah yang mewakili keseluruhan pandangan masyarakat.






