SPMB Sekolah Maung Jabar Dimulai, KDM Ancam Copot Kepsek yang Terima Siswa Titipan

Sukabumiupdate.com
Senin 25 Mei 2026, 22:52 WIB
SPMB Sekolah Maung Jabar Dimulai, KDM Ancam Copot Kepsek yang Terima Siswa Titipan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). (Sumber : Biro Adpim Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengeluarkan peringatan keras menjelang dibukanya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2026. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam bentuk apa pun dalam proses seleksi masuk Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang mulai membuka pendaftaran pada 25–29 Mei 2026.

Pendaftaran SPMB Jabar 2026 sendiri resmi dimulai pada Senin (25/5/2026) ini, dengan fokus awal penyaringan khusus untuk calon siswa Sekolah Maung di seluruh wilayah Jawa Barat.

KDM menekankan, sekolah unggulan yang disiapkan Pemprov Jabar itu diperuntukkan bagi siswa dengan kualifikasi akademik maupun nonakademik terbaik sehingga seluruh proses seleksi harus berjalan transparan dan berintegritas.

“Tidak boleh sekolah unggul ada (siswa) titipan dari siapa pun atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun,” kata KDM, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemprov Jabar di 6 Daerah Diserbu Ribuan Pengunjung

Mantan Bupati Purwakarta itu meminta seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa menjaga integritas serta menghindari praktik yang bertentangan dengan prinsip keunggulan sekolah.

Ia bahkan mengancam akan mencopot kepala sekolah maupun panitia yang terbukti terlibat dalam penyimpangan proses penerimaan siswa baru.

“Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,” tegasnya.

KDM juga memastikan Pemprov Jabar akan memproses hukum pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru di sekolah unggulan.

Menurutnya, budaya titip-menitip tidak boleh merusak tujuan pembentukan sekolah unggulan yang diarahkan mencetak sumber daya manusia berkualitas.

“Tidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,” katanya.

Baca Juga: Cetak Sejarah Hattrick Juara, KDM Guyur Persib Bonus Rp1 Miliar dari Kantong Pribadi

Tak hanya itu, KDM menyebut Pemprov Jabar juga akan membuka kepada publik pihak-pihak yang mencoba menitipkan anaknya melalui jalur yang melanggar prinsip transparansi.

“Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,” ucapnya.

Ia kemudian berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.

“Mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,” pungkas KDM.

Sumber: Humas Jabar

Berita Terkait
Berita Terkini