15 Tatarucingan Sunda Sareng Jawabanna: Kopeah Hejo, Baju Bodas, Naon Cing?

Sukabumiupdate.com
Senin 26 Jan 2026, 11:22 WIB
15 Tatarucingan Sunda Sareng Jawabanna: Kopeah Hejo, Baju Bodas, Naon Cing?

Ilustrasi - Tatarucingan Sunda merupakan tebak-tebakan lucu yang jawabannya seringkali tak terduga. (Sumber : pexels.com/@Quý Nguyễn).

SUKABUMIUPDATE.com - Tatarucingan dalam basa Sunda nyaeta kaulinan tebak-tebakan, yakni permainan yang dimainkan saat berkumpul bersama keluarga atau teman-teman untuk hiburan.

Lantaran tujuanna pikeun ngahibur, pananya anu diajukeun kadang sok unik jeung pikaseurieun, nyakitu deui jawabanna. Malahan mah, teu saeutik oge jawabanna téh mangrupa plesétan tina ngaran barang atawa hal-hal séjénna.

Kaulinan tatarucingan ieu dipercaya geus aya ti jaman kapungkur ti karuhun masarakat Sunda, malah boa-boa saumur jeung basa Sunda éta sorangan oge. Tatarucingan ngagambarkeun watak urang Sunda anu humoris tur pinuh ku kabungahan.

Ieu di handap aya kumpulan tatarucingan Sunda sareng jawabanna anu pikaseurieun tur bisa dipaké nalika ngariung, sakumaha anu dinyadur ti Kemendikbud karya dr. H. G. Taigan.

1. Disebut sakali bagian anggota badan, disebut dua kali bagian rangka bangunan?

 

Jawabanna: Sikut dan siku-siku

Keterangan: Siku bagian anggota badan yang terletak pada tangan. Kalau dua kali disebut maka menjadi siku-siku. Siku-siku bukan lagi anggota badan, tetapi bagian bangunan yaitu untuk menguatkan sudut-sudut rumah. 

 

2. Kopeah hejo, baju bodas, naon cing?

 

Jawabanna: Toge

Keterangan: Taoge dibuat dari kacang hijau. Apabila telah berbentuk taoge, batang taoge itu putih sedang kulit kacang hijau melekat pada ujung taoge itu. Karena itu dianggap sebagai kopiah hijau. Sedangkan batangnya dianggap badannya. Itulah yang dimaksud dengan: kopiah hijau , baju putih. 

 

3. Budak leutik make baju alus wae , lamun ditoel hiber, hayoh naon? 

 

Jawabanna: Kukupu 

Keterangan: Warna sayap atau tubuh kupu-kupu bagus dan beraneka warna. Keindahan yang beraneka warna itu dianggap memakai baju bagus. Badan kupu-kupu yang kecil itu disamakan dengan anak kecil. 

 

4. Gunung bitu, bandera ngelebet! 

 

Jawabanna: Ngakeul 

Keterangan: Nasi yang sudah masak ditumpahkan ke dalam bakul. Bentuknya seperti kerucut atau disamakan dengan gunung. Kemudian datang sendok nasi menghancurkan gunung nasi itu. Sedangkan bendera berkibar adalah kipas yang mengipas-ngipaskan asap nasi. 

Baca Juga: 20 Tatarucingan Sunda Lucu, Lengkap Jawaban dan Keterangannya

5. Lamun urang keur leumpang manggih bangke, urang muntang kana naon? 

 

Jawabanna: Kana irung 

Keterangan: Bangkai baunya busuk; maka kalau kita betjalan menemukannya, tentulah kita menutup hidung. Menutup hidung itu disamakan dengan berpegang pada hidung. 

 

6. Lamun paeh bisa hirup deui, terus paeh teu bau bangke, naon coba? 

 

Jawabanna: Arloji. 

Keterangan: Kata hidup biasanya digunakan untuk makhluk hidi.lp; tetapi bagi arloji pun dipakai kata hidup dan mati; sebab andaikata arloji itu mati dapat diputar dan hidup lagi, terus mati tentu tidak akan busuk, atau tidak akan bau bangkai, sebab terbuat dari logam. 18 

 

7. Budak leutik ngagugusur batok, naon cing? 

 

Jawabanna: Kuya.

Keterangan: Kura-kura punggungnya keras sekali. Kerasnya hampir sama dengan tempurung kelapa. Juga bentuknya hampir sama dengan sebelah tempurung, juga warnanya hampir sama. Sedang kepalanya kecil. Karena itu disebut anak kecil membawa tempurung. 

 

8. Budak leutik mamawa batre, bisa nebak teu?

 

Jawabanna: Cika-cika.

Keterangan: Baterai biasanya tidak menyala terns, tetapi bernyala atau dinyalakan apabila perlu, terang-gelap, terang-gelap. Begitu pula kunangkunang badannya mengandung daya penerang di kegelapan, dan nyalanya juga tidak terang terns, tapi terang-gelap, terang-gelap, berkedip-kedip. Anak kecil pada umumnya tak berani turon pada malam hari kalau tak membawa pelita. Karena kunangkunang keluar hanya pada malam hari, dan badannya kecil, maka disamakan dengan anak kecil membawa baterai. 

 

9. Batu wulung sagede muncang, asup rounding tujuh rakit, naon hayoh?

 

Jawabanna: Bulan. 

Keterangan: Bulan, karena sangat jauhnya, terlihat seolah-olah hanya sebesar kemiri, Batu wulung artinya batu yang bercahaya. Walaupun kecil tetapi dapat dimasukkan apa saja ke dalamnya, apalagi kalau hanya kerbau tujuh pasang. 

 

10. Mandi dina batu ku cai, ari sare dina kai?

 

Jawabanna: Bedog. 

Keterangan: Golok diasah pada batu asahan, dan supaya licin memakai air, karena itu dikatakan mandi pada batu dengan air. Sesudah diasah disimpan atau dimasukkan ke dalam sarong golok, yang pada umumnya dibuat dari kayu. Itulah sebabnya dik.atakan tidur pada kayu. 

 

11. Dicokot tara beak? 

 

Jawabanna: Seuneu. 

Keterangan: Kalau lampu menyala maka apinya tidak habis tapi yang habis adalah minyaknya. Kalau minta api bukan apinya yang dihagikan tetapi nyalanya, sedangkan apinya yang asal, tetap. Itulah sebabnya walaupun sering diambil, tetapi tidak pernah habis. 

 

12. Beas sakulak ngagantung di awang-awang? 

 

Jawabanna: Gedang.

Keterangan: Buah pepaya melekat, pada batangnya. Apabila sudah tua pohon pepaya itu menjulang tinggi ke udara. Di dalam buah pepaya itu banyak sekali terdapat biji. Biji yang banyak itu disamakan dengan beras segantang. Karena adanya dalam pepaya dan pepay.a melekat pada batangnya di udara, dikatakan bergantung di angkasa. 

 

13. Dahar tina beuteung, ngising tina tonggong? 

 

Jawabanna: Sugu.

Keterangan: Sugu atau Ketam adalah alat untuk menghaluskan atau meratakan kayu. Cara kerjanya: perut ketam ditempelkan pada kayu, kemudian digosokkan; maka serpihan kayu yang terbawa masuk ke dalam perut, dan ke luar dari punggung. Waktu masuk ke dalam dianggap makan, sedang waktu ke luar dari punggung dianggap berak.

 

14. Dibetot ka luhur, diulur ka handap? 

 

Jawabanna: Timbaan.

Keterangan: Kalau menimba air dari sumur, kita menarik eretan. Kalau eretan itu ditarik maka ember itu akan mehdekat atau naik ke atas. Tetapi sebaliknya apabila akan menimba, ember yang kosong itu diulur ke bawah. 

 

15. Beuheungna dicapit, beuteungna ditincak?

 

Jawabanna: Gamparan.

Keterangan: Gamparan atau Terompah dari kayu tidak memakai tali, tetapi supaya dapat dipakai berjalan, maka antara ibu jari kaki dengan telunjuk kaki ada sebangsa pasak yang dibentuk halus dan berkepala dan juga berleher, tempat jari menjepitnya. Sedangkan yang dimaksud dengan perutnya yaitu bagian terendah yang kena pada telapak kaki. Itulah sebabnya dikatakan bahwa perutnya diinjak. 

 

Sumber: Kemendikbud oleh Dr. Henry Quntur Tarigan dan Drs. Undang Misdan, Sm. Hk.

 

Berita Terkait
Berita Terkini