Sering Dimarahi Orang Tua? 10 Efek Psikologis Anak yang Stres dan Depresi

Kamis 16 November 2023, 14:00 WIB
Ilustrasi - Anak yang stres dan depresi karena sering dimarahi orang tuanya dapat mengalami berbagai efek psikologis yang dapat mempengaruhi perkembangan mereka.. (Sumber : Pixabay.com/@jarmoluk)

Ilustrasi - Anak yang stres dan depresi karena sering dimarahi orang tuanya dapat mengalami berbagai efek psikologis yang dapat mempengaruhi perkembangan mereka.. (Sumber : Pixabay.com/@jarmoluk)

SUKABUMIUPDATE.com - Efek psikologis anak yang stres dan depresi karena sering dimarahi oleh orang tua atau pengasuhnya dapat bermacam-macam dan kompleks. Seiring bertambahnya usia anak, mereka akan mengalami trauma psikis yang dapat mengganggu pertumbuhannya.

Anak yang sering dimarahi oleh orang tua dapat mengalami berbagai efek psikologis, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu para orang tua harus bisa membedakan mana sikap tegas dan atau galak.

Nah berikut ini ada beberapa efek psikologis yang mungkin muncul ketika anak yang stres dan depresi karena sering dimarahi orang tuanya.

Baca Juga: 8 Ciri Anak Stres dan Depresi Karena Sering Dimarahi Orang Tua

1. Rasa Rendah Diri

Anak mungkin merasa tidak berharga atau tidak mampu karena sering mendengar kritik dan kata-kata negatif dari orang dewasa. Hal itu membuat anak akan merasa rendah diri ketika mereka dewasa.

2. Gangguan Mental

Dalam kasus yang parah, anak yang stres dan depresi karena sering dimarahi orang tua dapat mengalami gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan kepribadian.

3. Kecemasan dan Takut

Anak dapat mengembangkan kecemasan atau rasa takut terhadap orang yang sering marah, atau bahkan secara umum mengembangkan kecemasan karena takut melakukan kesalahan.

Baca Juga: 12 Ciri Orang yang Memiliki Luka Batin, Kamu Mengalaminya Juga?

Efek psikologis dari anak yang sering dimarahi oleh orang tuanya akan berdampak pada rasa ketakutan dan tidak memiliki percaya diri.

4. Perilaku yang Bermasalah

Pada beberapa anak yang stres dan depresi karena sering dimarahi orang tua dapat menyebabkan perilaku yang tidak diinginkan, seperti menjadi nakal atau menarik diri sebagai cara untuk melindungi diri dari konfrontasi.

Akibat sering dimarahi akan membuat anak memiliki masalah pada perilakunya di masa depan seperti bicara kasar, berontak, keras kepala hingga sifat agresif.

Baca Juga: 10 Ciri Orang yang Tidak Suka dengan Kita Meskipun Bersikap Baik Padamu

5. Masalah Belajar

Lingkungan yang tidak aman akibat sering dimarahi dapat mengganggu kemampuan anak untuk berkonsentrasi dan belajar dengan baik di sekolah. Hingga akhirnya sang anak akan merasa kesulitan ketika menangkap pelajaran di Sekolah.

6. Tidak Percaya Orang Dewasa

Anak mungkin mengembangkan ketidakpercayaan terhadap orang dewasa secara umum jika pengalaman negatif ini berlangsung terus menerus.

7. Gangguan Emosional

Efek psikologis yang kuat dari sering dimarahi dapat menyebabkan gangguan emosional, seperti depresi atau perasaan terisolasi.

Baca Juga: 12 Ciri-ciri Orang yang Iri dan Tidak Suka dengan Kita, Yuk Kenali!

8. Gangguan Hubungan Sosial

Anak yang stres dan depresi karena sering dimarahi orang tua mungkin mengalami kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan sosial yang sehat dengan teman-teman dan anggota keluarga lainnya.

Oleh karenanya, jangan salahkan anak sepenuhnya jika saat ia dewasa tidak memiliki hubungan yang baik dengan teman-teman atau keluarganya sendiri.

Sebab, mereka terbentuk sesuai dengan didikan orang tuanya sejak kecil. Maka penting untuk diingat bahwa setiap anak bereaksi berbeda terhadap pengalaman ini, dan beberapa anak mungkin lebih rentan terhadap efek psikologis negatif daripada yang lain.

Baca Juga: 8 Ciri Orang yang Tidak Suka dengan Kita, Dilihat dari Sikap dan Bahasa Tubuhnya

9. Perilaku Agresif

Anak yang sering dimarahi dapat menjadi lebih agresif. Mereka mungkin akan mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara yang tidak sehat, seperti memukul, menendang, atau bahkan menyakiti diri sendiri.

10. Ketidakpercayaan terhadap Orang Dewasa

Anak yang stres dan depresi karena sering dimarahi orang tua mungkin mengembangkan ketidakpercayaan terhadap figur dewasa, seperti orang tua atau guru. Mereka dapat merasa bahwa dunia sekitarnya tidak dapat diandalkan atau tidak aman.

Penting bagi orang tua dan penjaga untuk memahami bahwa komunikasi yang positif, dukungan emosional, dan pemahaman yang tepat tentang perkembangan anak adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi pertumbuhan mereka.

Baca Juga: 12 Ciri Orang yang Pura-Pura Baik Padahal Nyatanya Tidak Suka dengan Kita

 

 

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat18 Juni 2024, 16:15 WIB

Minum Banyak Air Putih Bisa Turunkan Kadar Gula Darah? Simak Alasan dan Takarannya

Salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh penderita diabetes adalah minum air putih dengan takaran tertentu.
Ilustrasi penderita diabetes minum air putih untuk turunkan kadar gula darah (Sumber : pexels.com/@Artempodrez)
Sukabumi18 Juni 2024, 16:02 WIB

Remaja Sukabumi Tewas saat Idul Adha, Kronologi Kecelakaan Tiga Motor di Cibadak

Dari arah berlawanan datang motor Honda Scoopy yang dibawa MRP (20 tahun).
Korban kecelakaan sepeda motor di Kampung Sekarwangi RT 01/17 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin, 17 Juni 2024. | Foto: Istimewa
Gadget18 Juni 2024, 16:00 WIB

Spesifikasi HP Nubia Neo 2 5G, Smartphone Gaming dengan Harga Rp 2 Jutaan

Dengan diluncurkannya Nubia Neo 2 5G di Indonesia, ZTE Mobile Devices memberikan pilihan yang menarik bagi para gamer yang mencari ponsel dengan performa tinggi namun dengan harga yang lebih terjangkau.
Nubia Neo 2 5G merupakan pilihan yang menarik bagi para gamer yang mencari HP gaming dengan harga terjangkau. (Sumber : Nubia.com).
Life18 Juni 2024, 15:30 WIB

11 Aturan Makan Sehat untuk Penderita Kolesterol, Bantu Jaga Kesehatan Jantung

Dengan mengikuti aturan makan ini, penderita kolesterol tinggi dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Ilustrasi. Makanan Sehat. Simak Aturan Makan Sehat untuk Penderita Kolesterol, Bantu Jaga Kesehatan Jantung (Sumber : Pexels/JennaHamra)
Sukabumi18 Juni 2024, 15:08 WIB

Traffic Light Roboh Belum Ditangani, Bahayakan Pengendara di Palabuhanratu Sukabumi

Lampu lalu lintas di ruas Jalan Bhayangkara yang mengarah ke Jalan Siliwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tidak berfungsi.
Kondisi traffic light di ruas Jalan Bhayangkara yang mengarah ke Jalan Siliwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Sukabumi18 Juni 2024, 15:05 WIB

Dijuluki Timnas Pusat di Euro 2024, Kisah Pesepak Bola Sukabumi Jadi Kapten Belanda

Salah satu pesepak bola Belanda zaman dulu ternyata berasal dari Sukabumi.
Timnas Belanda di Euro 2024. | Foto: Instagram/@oranje_indonesia
Inspirasi18 Juni 2024, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Kasir di Minimarket Sukabumi, Minimal SLTA/SMU/SMA

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Ilustrasi - Lowongan Kerja Kasir di Minimarket Sukabumi, Minimal SLTA/SMU/SMA. (Sumber : Freepik/pressfoto)
Food & Travel18 Juni 2024, 14:30 WIB

4 Makanan Ini Tidak Boleh Dimakan Jika Anda Penderita Kolesterol Tinggi, Hindari!

Penderita kolesterol bisa menikmati yogurt beku rendah lemak dengan taburan buah beri sebagai hidangan penutup.
Ilustrasi. Olahan Daging Berlemak. Makanan Ini Tidak Boleh Dimakan Jika Anda Penderita Kolesterol Tinggi, Hindari!. (Sumber : Pexels/TarynElliott)
Sehat18 Juni 2024, 14:15 WIB

Mengapa Kadar Gula Darah Bisa Naik saat Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi

Ternyata kadar gula darah dapat melonjak secara tiba-tiba di pagi hari. Penderita diabetes perlu tahu sebab dan cara mengatasinya.
Ilustrasi kadar gula darah yang naik saat pagi hari (Sumber : Pexels.com/@i-SensUSA)
Science18 Juni 2024, 14:13 WIB

Waspada Ombak hingga 4 Meter di Samudra Hindia Selatan, BMKG Buka Datanya

Pola angin menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter.
Kondisi perahu nelayan yang rusak diterjang ombak tinggi di perairan Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa