SUKABUMIUPDATE.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Jaenudin, mendorong bantuan pembangunan sumur bor untuk 11 desa di Kabupaten Sukabumi. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan akses terhadap sumber air.
Hal tersebut disampaikan Jaenudin saat melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Jalan Raya Sukaraja, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar seratusan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, kepala desa, kader partai, serta warga.
Dalam kegiatan itu, Sekretaris Komisi V DPRD Jawa Barat tersebut menyampaikan sejumlah program yang didorong melalui kewenangan DPRD Jawa Barat, salah satunya terkait penyediaan infrastruktur air bagi masyarakat.
Jaenudin mengatakan, dirinya mendorong agar bantuan sumur bor dapat direalisasikan di 11 desa yang berada di Kabupaten Sukabumi.
Bantuan tersebut bersumber dari program PSDA Jawa Barat.
"Selain itu, kita juga mendorong bantuan sumur bor di 11 desa di Kabupaten Sukabumi," kata Jaenudin.
Baca Juga: DPRD Jabar Mengabdi, Jaenudin Dorong Pelajar SMAN 1 Warungkiara Aktif Berorganisasi
Menurutnya, dari 11 titik yang didorong tersebut, terdapat tiga titik yang berada di wilayah Kecamatan Cisaat dan disebut akan segera direalisasikan.
Tiga titik tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penyediaan sarana air bagi masyarakat di tingkat desa.
Jaenudin menilai ketersediaan infrastruktur dasar seperti sumber air merupakan salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan daerah.
Karena itu, ia mendorong agar program pemerintah provinsi dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui aspirasi di lapangan.
Tidak Hanya Infrastruktur
Dalam kegiatan pengawasan tersebut, Jaenudin juga menyampaikan sejumlah program lain yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Selain sumur bor, ia mendorong pembangunan dan peningkatan jalan desa melalui dukungan bantuan keuangan daerah (BKD).
"Hari ini DPRD bisa mendorong jalan desa melalui BKD," ujarnya.
Di sisi lain, Jaenudin juga mendorong program peningkatan keterampilan bagi masyarakat usia produktif.
Pelatihan yang didorong mencakup digital marketing, konten kreator, serta pemanfaatan artificial intelligence (AI).
Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 400 peserta se-Kabupaten Sukabumi, dengan rata-rata 50 peserta dari setiap daerah pemilihan.
Jaenudin mengatakan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan menjadi salah satu ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan program pemerintah yang berkaitan dengan kewenangan DPRD Jawa Barat.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut antara lain infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penyediaan air, serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Jaenudin berharap aspirasi dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa dapat menjadi bahan dalam mendorong program pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan. (adv)
















