SUKABUMIUPDATE.com – SMAN 1 Palabuhanratu menyatakan kesiapan dan optimisme untuk bertransformasi menjadi bagian dari program Sekolah Manusia Unggul (MAUNG) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program tersebut dinilai sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi berprestasi, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Palabuhanratu, Elis Rohmiati, mengatakan pihak sekolah menyambut positif program Sekolah MAUNG karena dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat.
“Program ini kami pandang sebagai upaya untuk melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi,” ujar Elis dalam keterangannya kepada sukabumiupdate.com, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, konsep Sekolah MAUNG juga selaras dengan budaya sekolah yang selama ini diterapkan SMAN 1 Palabuhanratu melalui jargon RAPIH, yakni Religius, Akademis, Produktif, Inspiratif, dan Humanis.
Informasi awal terkait program Sekolah MAUNG, kata Elis, mulai diterima sekolah melalui sosialisasi dan koordinasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Jawa Barat pada 21 April 2026.
Sejak saat itu, pihak sekolah mulai melakukan komunikasi internal serta pemetaan kesiapan untuk menyesuaikan arah kebijakan pendidikan unggulan yang tengah disiapkan pemerintah.
Baca Juga: PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
SMAN 1 Palabuhanratu dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pertimbangan dalam program tersebut. Salah satunya adalah ketersediaan lahan sekolah seluas sekitar 2,5 hektare yang dinilai memungkinkan pengembangan sarana pendidikan unggulan.
Selain itu, sekolah juga memiliki potensi akademik dan nonakademik yang baik, jumlah peserta didik besar, tenaga pendidik kompeten, serta budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter dan prestasi siswa.
“Lokasi sekolah yang strategis serta peluang pengembangan fasilitas menjadi nilai tambah untuk mendukung transformasi menjadi sekolah unggulan,” katanya.
Sebagai langkah awal, sekolah telah mulai memetakan kebutuhan dan kesiapan dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga sistem pembelajaran.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Irfan Giovani Ribisi menjelaskan SMAN 1 Palabuhanratu saat ini terus memperkuat budaya akademik, meningkatkan kompetensi guru, menata lingkungan sekolah, serta mengembangkan program berbasis minat dan bakat siswa.
“Kami juga terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar proses transformasi menuju Sekolah MAUNG berjalan optimal dan sesuai kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, SMAN 1 Palabuhanratu dinilai telah memiliki sarana yang cukup memadai, mulai dari ruang belajar, laboratorium, fasilitas olahraga hingga lingkungan sekolah yang mendukung kegiatan belajar.
Penguatan fasilitas pendukung
Meski siap menyandang Sekolah Maung, pihak sekolah mengakui masih diperlukan penguatan sejumlah fasilitas untuk memenuhi standar sekolah unggulan berbasis teknologi dan sains.
Beberapa fasilitas yang dinilai perlu ditingkatkan antara lain laboratorium sains dan komputer, sistem pembelajaran digital, ruang kreativitas siswa, pengembangan teknologi informasi, hingga sarana pendukung pembelajaran berbasis STEM dan kurikulum internasional.
Pihak sekolah juga berharap ke depan terdapat pengembangan bertahap berupa penambahan ruang belajar, laboratorium terpadu, serta fasilitas teknologi informasi untuk menunjang pembelajaran modern.
Dalam aspek pembelajaran, Sekolah MAUNG dirancang memiliki pendekatan berbeda dibanding sekolah reguler. Program ini disebut akan menggabungkan kurikulum nasional, kurikulum internasional Cambridge, serta pendekatan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika).
Baca Juga: Alat Berat Diterjunkan, Jalur Mareleng–Palangpang Sukabumi Kembali Normal Pascalongsor
Pembelajaran juga diarahkan berbasis minat dan bakat siswa dengan penekanan pada pengembangan karakter, kreativitas, kemandirian, hingga kesehatan mental peserta didik.
Sementara terkait penerimaan peserta didik baru, SMAN 1 Palabuhanratu menegaskan akan mengikuti petunjuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah MAUNG yang ditetapkan Pemprov Jabar.
SPMB tersebut dirancang dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan inklusif, sekaligus menjaring calon siswa berdasarkan potensi, prestasi, minat, dan bakat.
Aspek seleksi nantinya mencakup potensi akademik, prestasi akademik, prestasi sesuai minat dan bakat, serta prestasi nonakademik dan kepemimpinan.
Bagaimana dengan sistem zonasi?
Menanggapi isu penghapusan sistem zonasi, pihak sekolah menyatakan akan mengikuti kebijakan resmi pemerintah.
“Apapun mekanisme yang diterapkan, tujuan utamanya tetap untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kesempatan yang adil bagi peserta didik,” kata Elis Rohmiati.






