SUKABUMIUPDATE.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan adaptif melalui penggunaan logo resmi baru yang pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat pada 1 September 2025 dalam acara Gebyar SIPENYU.
Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri mengatakan, logo baru tersebut bukan sekadar perubahan identitas visual, melainkan simbol transformasi kelembagaan yang mencerminkan semangat pelayanan dan pembangunan daerah.
"Logo resmi Bapenda Kabupaten Sukabumi yang digunakan saat ini pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 1 September 2025 dalam acara Gebyar SIPENYU," ujar Herdy Somantri, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: Program Gebyar Sipenyu Resmi Dilaunching Bupati, Bapenda Beri Hadiah Umrah
Menurutnya, logo tersebut dirancang untuk merepresentasikan nilai profesionalisme, integritas, inovasi, dan semangat kolaborasi yang menjadi landasan Bapenda dalam menjalankan tugas pengelolaan pendapatan daerah.
"Tampil elegan dan penuh makna, logo baru Bapenda Kabupaten Sukabumi merepresentasikan nilai profesionalisme, integritas, inovasi, serta semangat kolaborasi sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.
Herdy menambahkan, peluncuran logo menjadi bagian dari langkah transformasi Bapenda dalam menghadirkan pelayanan yang semakin modern, adaptif, dan transparan kepada masyarakat.
"Dengan identitas baru, Bapenda Kabupaten Sukabumi siap melangkah lebih maju, lebih dekat, dan lebih melayani demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang berkelanjutan," pungkasnya.
Filosofi logo Bapenda Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto: Instagram Bapenda
Sarat Filosofi dan Identitas Daerah
Berdasarkan filosofi yang diperkenalkan Bapenda Kabupaten Sukabumi, logo baru tersebut merupakan representasi visual huruf "b" sebagai identitas utama lembaga pengelola pendapatan daerah.
Bentuk utamanya menyerupai huruf "b" yang menegaskan eksistensi Bapenda sebagai institusi yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme pelayanan publik, serta berperan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.
Desain logo juga mengadopsi siluet Kujang, simbol khas Jawa Barat, yang diwujudkan melalui lengkung dinamis berwarna emas. Elemen tersebut melambangkan pertumbuhan, kemajuan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan, serta optimisme menuju masa depan yang lebih baik.
Warna emas dipilih untuk merepresentasikan kemakmuran, nilai tinggi, kepercayaan, integritas, dan citra lembaga yang profesional serta berwibawa.
Pada sisi kiri logo terdapat aksen motif Batik Penyu yang merepresentasikan identitas Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Simbol tersebut menggambarkan keteguhan, kestabilan, keberlanjutan, serta kebijaksanaan dalam mengelola pendapatan daerah.
Sementara pada sisi kanan terdapat motif Batik Ikan yang mencerminkan karakter Kabupaten Sukabumi sebagai daerah yang memiliki wilayah pesisir dan laut. Elemen ini melambangkan kelincahan, responsivitas, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta kedekatan dengan masyarakat.
Perpaduan unsur penyu dan ikan menciptakan keseimbangan antara stabilitas dan dinamisme, kebijaksanaan dan responsivitas, serta tradisi lokal dengan modernisasi pelayanan.
Selain itu, penggunaan warna hitam pada desain logo melambangkan kedisiplinan, tanggung jawab, ketegasan, dan fondasi yang kuat dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Melalui identitas visual tersebut, Bapenda Kabupaten Sukabumi ingin menegaskan posisinya sebagai lembaga yang kuat dalam prinsip, bijak dalam langkah, lincah dalam tindakan, dan tetap berakar pada kearifan lokal untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (adv)





