SUKABUMIUPDATE.com - Warga di wilayah utara Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikejutkan oleh suara dentuman keras yang disertai kilatan cahaya kemerahan di langit pada Senin (5/1/2026) malam sekitar pukul 22.15 WIB.
Menanggapi peristiwa tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan analisis yang berbeda terkait pemicu fenomena tersebut.
Dugaan Energi Elektromagnetik
Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo, menjelaskan bahwa dentuman dan cahaya kemerahan tersebut diduga berkaitan dengan fenomena energi elektromagnetik. Namun, pihaknya masih mendalami pemicu pastinya karena tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di lokasi kejadian.
"Kami masih mendalami penyebab terjadinya fenomena energi tersebut termasuk pemicu-nya karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu terjadinya fenomena alam tersebut," ujar Supartoyo kepada awak media, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Pemuda Asal Cianjur Jadi Korban Pembacokan Berandal Motor di Curugkembar Sukabumi
Bukan Fenomena Alam?
Di sisi lain, BMKG Jawa Barat menduga fenomena tersebut bukan berasal dari alam, melainkan akibat aktivitas manusia. Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, mengungkapkan bahwa berdasarkan data alat pemantau, tidak ditemukan adanya aktivitas seismik maupun badai petir di wilayah Cianjur saat kejadian berlangsung.
"Petugas dan alat yang terpasang di BMKG Bandung tidak menunjukkan adanya aktivitas kegempaan dan badai petir di wilayah Cianjur, sehingga kami menduga aktifitas tersebut buatan manusia," tegas Teguh.
Warga Sempat Bertahan di Luar Rumah
Dede Sandi, seorang warga Kecamatan Cipanas, menceritakan detik-detik terjadinya fenomena tersebut. Suara gemuruh kencang mendahului munculnya kilatan cahaya di langit malam.'
"Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit, selang setengah jam kami baru masuk ke dalam," kata Dede.
Baca Juga: Gunung Padang Cianjur Mulai Direkonstruksi demi Menjaga Warisan Peradaban Leluhur
Hal serupa dirasakan Emma, warga Desa Ciloto, Kecamatan Pacet. Ia sempat mengira suara tersebut berasal dari ban pecah atau kecelakaan lalu lintas.
“Disangka ban pecah atau tabrakan karena rumah saya kan di pinggir jalan, tapi pas dilihat ga ada apa-apa. Tapi memang suaranya cukup keras, dan warga lain juga dengar,” kata Emma.
BPBD Cianjur Lakukan Penelusuran
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Saat ini, BPBD terus berkoordinasi dengan PVMBG dan BMKG untuk memastikan sumber dentuman.
"Kami masih mencari informasi pastinya sehingga warga jangan panik namun tetap waspada, kami sudah melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BMKG apa penyebab suara dentuman dan kilatan cahaya yang terjadi malam itu," ujarnya.





