Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal, Tetapi Gagal

[object Object]
Minggu 16 Apr 2017, 02:54 WIB
Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal, Tetapi Gagal

SUKABUMIUPDATE.com - Korea Utara dilaporkan kembali melakukan peluncuran rudal. Tapi menurut militer Korea Selatan dan Amerika Serikat, upaya itu gagal.

Seperti dilansir BBC, Ahad 16 April 2017, Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon menyebut Pyongyang telah menembakkan rudal itu. Namun disebutkan peluncuran itu gagal hampir saat itu juga.

"Komando Pasifik AS mendeteksi peluncuran rudal Korut pada pukul 11.21 waktu Hawaii pada 15 April," ujar Dave Benham, Komandan Angkatan Laut Amerika Serikat kepada Reuters.

"Peluncuran rudal balistik yang diduga antar-benua itu terjadi di dekat Sinpo. Rudal itu meledak hampir saat itu juga.” Laporan senada juga diungkapkan Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

"Korut mencoba melakukan tes terhadap sebuah rudal yang tidak diketahui jenisnya dari area Sinpo di provinsi Hamkyong selatan pagi ini, tetapi kami menduga peluncuran itu gagal," tulis kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Perkembangan terbaru ini terjadi di saat Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence tengah bertolak menuju ibu kota Korea Selatan, Seoul, untuk membahas cara paling ampuh mengatasi ancaman nuklir Pyongyang.

Dalam parade militer yang digelar pada Sabtu lalu, Pyongyang memamerkan rudal-rudal barunya. Para pengamat meyakini adanya salah satu rudal balistik antarbenua (ICBM) baru di antara parade yang dilakukan di Pyongyang itu.

ICBM yang diklaim mampu mencapai daratan utama AS selama ini diyakini belum dimiliki negara komunis ini.

Total 56 rudal dengan 10 jenis berbeda dipamerkan Korut dalam parade militer yang digelar untuk memperingati hari kelahiran Kim Il-Sung, pendiri Korut ke-105 tahun.

Rudal-rudal itu ditempatkan dalam truk trailer raksasa dengan 16 roda. Dalam parade militer itu, Choe Ryong-hae, panglima militer terkuat kedua Korea Utara, menegaskan pihaknya siap berperang melawan negara mana pun.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengerahkan kapal induk USS Carl Vinson ke wilayah tersebut setelah Pyongyang awal bulan ini meluncurkan rudal balistik jarak menengah ke perairan Jepang.

Sumber: Tempo

Berita Terkini