Serangan Gas Beracun di Suriah, Korban Tewas Jadi 100 Orang

[object Object]
Rabu 05 Apr 2017, 04:32 WIB
Serangan Gas Beracun di Suriah, Korban Tewas Jadi 100 Orang

SUKABUMIUPDATE.com - Korban tewas akibat serangan gas beracun dan serangan udara di Suriah dilaporkan bertambah menjadi 100 orang dan melukai 400 lainnya.

Korban dalam serangan ini terjadi di Provinsi barat laut Idlib, Suriah, yang masih dikuasai oleh kelompok pemberontak, menjadi bertambah karena rumah sakit yang sedang merawat korban gas beracun justru menjadi target serangan udara.

Sebelumnya, korban tewas akibat serangan gas beracun di Kota Khan Sheikhoun menewaskan 35 orang. Korban serangan yang mengalami masalah tersedak atau pingsan, bahkan dari mulut mereka keluar busa, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Namun, nyawa mereka justru melayang setelah serangan udara pasukan pemerintah menyasar rumah sakit yang sedang merawat korban diduga terkena serangan gas beracun sarin. Korban tewas pun bertambah menjadi 100 orang, 11 diantaranya anak-anak.

Oposisi Suriah menuding serangan gas beracun dilakukan oleh pasukan pemerintah atau pun Rusia sebagai sekutu Presiden Bashar al-Assad.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Observatorium Suriah mengatakan bahwa serangan ini diyakini dilakukan oleh jet tentara Suriah yang menyebabkan banyak orang mendadak tersedak, bahkan beberapa korban mengeluarkan busa dari mulut mereka.

"Pagi ini, pukul 06.30, pesawat-pesawat tempur yang menargetkan Khan Sheikhoun dengan gas, diyakini berisi sarin dan klorin. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 300 orang," kata Kepala Otoritas Kesehatan Idlib, Mounzer Khalil dalam konferensi pers, Selasa.

Damaskus membantah terlibat dalam penggunaan senjata beracun.

Serangan gas ini terjadi hanya beberapa hari setelah pada pasukan yang setia pada Presiden Suriah Bashar al-Assad dituduh menggunakan senjata kimia dalam serangan di provinsi Hama.

Pihak oposisi menuduh pasukan pemerintah menggunakan bahan beracun dalam pertempuran menghadapi para pemberontak. Menurut Observatory, sekitar 50 orang mengalami gangguan pernapasan akibat serangan udara di sebelah utara provinsi Hama pada akhir Maret lalu.

Sebelumnya serangan gas sarin menewaskan ratusan warga sipil di Ghouta di dekat ibu kota pada Agustus 2013. Negara-negara Barat mengatakan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan itu.

Sebagian besar wilayah Provinsi Idlib dikuasai oleh aliansi pemberontak yang termasuk Fateh al-Sham Front, bekas afiliasi Al-Qaeda. Wilayah itu kerap menjadi target serangan udara rezim Suriah serta pesawat-pesawat tempur Rusia yang merupakan sekutu utama Suriah.

Idlib juga telah beberapa kali dibombardir oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk memerangi kelompok ISIS.

 

Sumber: Tempo

Berita Terkini