Nusa Putra Satukan Peneliti Dunia di Oman, Dorong Inovasi Masa Depan Lewat ICCED

Nusa Putra Satukan Peneliti Dunia di Oman, Dorong Inovasi Masa Depan Lewat ICCED

Nusa Putra University menyelenggarakan ICCED 2026 di University of Buraimi, Al Buraimi, Oman. (Sumber Foto: Dok. NPU)

SUKABUMIUPDATE.com — Nusa Putra University (NPU) semakin memperkuat kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui penyelenggaraan 12th International Conference on Computing, Engineering, and Design (ICCED 2026) di University of Buraimi, Al Buraimi, Oman, pada 4–5 November 2026.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Human-Centered Excellence, Generative AI, and Transformative Design,” ICCED 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, profesional, dan pemerhati teknologi dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian, gagasan, serta perkembangan terbaru dalam bidang komputasi, teknik, desain, dan disiplin ilmu interdisipliner.

Riset dan Inovasi dari Berbagai Negara

ICCED merupakan konferensi internasional yang telah memasuki penyelenggaraan edisi ke-12. Berdasarkan informasi pada laman resmi konferensi, ICCED secara historis telah melibatkan lebih dari 3.300 peserta dari lebih dari 35 negara. Konferensi ini juga pernah diselenggarakan di sejumlah negara, termasuk Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, Arab Saudi, dan Mesir.

Pada penyelenggaraan tahun ini, ICCED mengangkat berbagai isu strategis dalam perkembangan teknologi dan inovasi, mulai dari Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Data Science, Internet of Things (IoT), robotics, cybersecurity, cloud computing, engineering, hingga visual communication design.

Baca Juga: Nusa Putra University Kembali Bersinar di QS World University Rankings Asia 2027

Selain bidang utama tersebut, konferensi juga membuka ruang pembahasan interdisipliner, seperti smart cities, digital twins, responsible AI, educational technology, AI for social good, serta integrasi antara desain dan engineering.

ICCED 2026 menghadirkan lebih dari 50 paper yang dipresentasikan dalam technical sessions. Presentasi penelitian berlangsung di beberapa ruang secara paralel selama dua hari konferensi.

Sejumlah penelitian yang tercantum dalam program konferensi membahas pemanfaatan AI untuk deteksi kanker, prediksi pertumbuhan ekonomi, deteksi phishing, pengelolaan gas suar berbasis AI, hingga pengembangan sistem Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk pencarian dan penyelamatan korban bencana.

Keberagaman topik tersebut menunjukkan semakin eratnya keterkaitan perkembangan komputasi, engineering, dan desain dengan kebutuhan nyata di berbagai sektor, termasuk kesehatan, ekonomi, keamanan digital, lingkungan, dan penanggulangan bencana.

Hadirkan Pakar Internasional

ICCED 2026 juga menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar internasional sebagai keynote speaker, di antaranya Prof. Dr. Ujjwal Maulik, Dr. Suad Said Al-Kindi, Prof. Dr. Media Anugerah Ayu, serta Dr. Abdullah Said Al Kalbani.

Topik yang disampaikan mencakup perkembangan machine learning dan intelligent systems, sustainability, engineering dan digital innovation, serta information security dan cloud systems.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang menghadirkan sambutan dari pimpinan University of Buraimi, Nusa Putra University, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Oman. Agenda kemudian dilanjutkan dengan keynote session, panel discussion, technical paper presentation, hingga closing ceremony.

Rektor Nusa Putra University, Dr. Kurniawan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICCED 2026 di Oman merupakan bagian dari langkah NPU untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam ekosistem akademik global.

“ICCED menjadi ruang penting untuk mempertemukan gagasan, penelitian, dan inovasi dari berbagai negara. Bagi Nusa Putra University, penyelenggaraan konferensi ini bukan hanya tentang menghadirkan kegiatan akademik di luar negeri, tetapi juga bagaimana membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, dan membawa kontribusi akademik Indonesia ke dalam percakapan global,” ungkapnya.

Baca Juga: ASEAN Youth Camp 2026 Digelar di Nusa Putra University, Pelajar dari 6 Negara Berkumpul di Sukabumi

Ia menambahkan bahwa kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Kami berharap ICCED 2026 dapat menghasilkan lebih banyak kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi, sekaligus membuka kesempatan bagi akademisi dan mahasiswa untuk belajar, berbagi, dan menghasilkan solusi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Inovasi Berorientasi pada Kebutuhan Manusia

Sementara itu, General Chair ICCED 2026, Prof. Dr. Ir. Teddy Mantoro, menilai bahwa perkembangan teknologi membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kebutuhan manusia.

“Tema ICCED 2026 menegaskan bahwa inovasi harus tetap berpusat pada manusia. Generative AI, computing, engineering, dan design berkembang sangat cepat, sehingga penelitian tidak cukup hanya menghasilkan teknologi baru, tetapi juga harus mempertimbangkan bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya forum internasional sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dan mempercepat pertukaran pengetahuan.

“Kami ingin ICCED menjadi platform yang mempertemukan peneliti dari berbagai disiplin dan negara. Dengan adanya pertukaran gagasan seperti ini, kita dapat melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas sekaligus membuka peluang untuk membangun penelitian dan inovasi yang lebih kolaboratif,” pungkas Prof. Teddy.

Memperkuat Kolaborasi Akademik Indonesia dan Oman

Kehadiran konferensi ini memperluas ruang pertemuan antara peneliti, akademisi, dan profesional dari berbagai negara. Bagi Nusa Putra University, forum tersebut menjadi bagian dari strategi membangun jejaring internasional yang lebih luas sekaligus meningkatkan visibilitas penelitian dan inovasi yang dikembangkan sivitas akademika.

Melalui ICCED 2026, Nusa Putra University terus mendorong pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas negara, dan pengembangan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan manusia serta memberikan kontribusi bagi masyarakat global. (*)

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB