SUKABUMIUPDATE.com — Ketegangan di kawasan Timur Tengah perlahan mereda. Di tengah rapuhnya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, Iran memastikan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, Selat Hormuz, kembali terbuka bagi kapal-kapal komersial.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat (17/4/2026) waktu setempat.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa masa gencatan,” tulis Araghchi melalui akun resminya di X dilansir dari Al Jazeera.
Baca Juga: Sate Kambing yang Ternyata Domba: Fenomena Unik di Jalur Pajampangan Sukabumi
Keputusan ini menjadi titik krusial setelah Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari, sebuah jeda singkat di tengah konflik yang masih menyisakan banyak ketidakpastian.
Meski demikian, bayang-bayang eskalasi belum sepenuhnya hilang. Hingga kini, belum ada kepastian apakah kelompok Hizbullah yang didukung Iran akan sepenuhnya mematuhi kesepakatan tersebut.
Araghchi menegaskan bahwa meski jalur pelayaran telah dibuka, kapal-kapal tetap wajib mengikuti rute terkoordinasi yang telah ditetapkan otoritas pelabuhan dan maritim Iran. Di sisi lain, pejabat militer Iran menegaskan hanya kapal nonmiliter yang diizinkan melintas, itu pun dengan persetujuan dari Garda Revolusi Iran.
Dampak keputusan ini terasa seketika di pasar global. Harga minyak mentah dunia langsung merosot tajam, sebuah sinyal betapa sensitifnya pasar energi terhadap dinamika di Selat Hormuz.
Baca Juga: Soroti Isu Sosial di Dunia Kerja Sukabumi, Uden Dorong Penguatan Kajian dalam Perubahan Perda
Minyak Brent jatuh ke level 87,94 dolar AS per barel atau anjlok 11,5 persen hanya dalam sehari, sementara minyak mentah AS turun ke kisaran 83,33 dolar AS per barel.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz kini telah terbuka penuh dan siap digunakan untuk aktivitas bisnis global.
Namun, di balik pernyataan tersebut, sikap keras tetap ditunjukkan Washington. Trump menegaskan bahwa blokade laut AS terhadap Iran masih diberlakukan hingga tercapai kesepakatan yang benar-benar mengakhiri perang.
Ia bahkan mengklaim Iran telah mengambil komitmen penting terkait jalur strategis tersebut.
“Itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata terhadap dunia,” tegasnya.
Sumber: Suara.com



