Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Amerika Naik Level, Fokus Teknologi hingga Latihan Militer

Sukabumiupdate.com
Selasa 14 Apr 2026, 20:43 WIB
Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Amerika Naik Level, Fokus Teknologi hingga Latihan Militer

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) dengan Secretary of War Amerika Serikat, Pete Hegseth (kiri), di Pentagon, Senin (13/4/2026) | Foto : kemenhan

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terus memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan dengan menitikberatkan pada pengembangan teknologi hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui latihan militer.

Penguatan kerja sama tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dengan Secretary of War Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon, Senin (13/4/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk membangun hubungan pertahanan yang saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan.

Mengutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan, Indonesia dan Amerika Serikat sepakat meningkatkan hubungan pertahanan ke level Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Kesepakatan ini dituangkan dalam Joint Statement yang ditandatangani pada hari yang sama.

Melalui kerangka MDCP, kerja sama kedua negara akan diperluas ke berbagai bidang strategis, di antaranya modernisasi alat utama sistem persenjataan, pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya, peningkatan kesiapan operasional, serta penguatan hubungan antarpersonel militer.

Baca Juga: 9 Langkah Praktis Cara Menanam Tomat di Polybag yang Mudah Dicoba di Rumah

Selain itu, kedua negara juga mendorong penguatan program *International Military Education and Training* (IMET) sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme prajurit. Program ini mencakup pendidikan dan pelatihan, termasuk bagi pasukan khusus.

Tak hanya fokus pada aspek strategis, kerja sama juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertahanan RI dan Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA). Kesepakatan ini berkaitan dengan penelusuran, pemulihan, dan repatriasi sisa-sisa personel militer Amerika Serikat dari Perang Dunia II yang berada di wilayah Indonesia.

Kementerian Pertahanan RI menegaskan bahwa seluruh kerja sama yang dijalin tetap mengedepankan prinsip kedaulatan negara, kepentingan nasional, serta kepatuhan terhadap hukum nasional dan internasional. Setiap langkah akan dilakukan secara hati-hati dan melalui mekanisme resmi pemerintah.

Kemhan juga memandang hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat sebagai bagian dari diplomasi pertahanan yang dijalankan secara seimbang dan konstruktif. Meski demikian, seluruh bentuk kerja sama dipastikan harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia tanpa mengurangi prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijunjung tinggi.

Sumber : Kemenhan

Berita Terkait
Berita Terkini