Sempat Dimintai Tebusan, Lanti TKW Sukabumi di Shanghai Kini Jalani Perawatan Medis

Sukabumiupdate.com
Kamis 22 Jan 2026, 13:23 WIB
Sempat Dimintai Tebusan, Lanti TKW Sukabumi di Shanghai Kini Jalani Perawatan Medis

Sosok Lanti TKW Sukabumi yang tengah sakit dan tertahan di Shanghai China. (Sumber Foto: dok ranggasumirat)

SUKABUMIUPDATE.com – Lanti (46), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, yang sebelumnya diduga disekap dan dimintai uang tebusan oleh pihak agen di Shanghai, China, kini telah keluar dari lokasi penampungan dan menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

Kabar tersebut disampaikan kuasa hukum Lanti, Rangga Suria Danuningrat. Ia mengatakan kliennya saat ini masih dalam observasi tim medis setelah menjalani tindakan penyedotan cairan di bagian perut.

“Sudah disedot cairannya di RS setempat ya, terus masih perawatan juga, jadi masih observasi dokter sekarang,” kata Rangga saat dihubungi sukabumiupate.com, Kamis (22/1/2026).

Terkait dugaan penyekapan dan pemerasan yang sempat diungkap pihak keluarga, Rangga menyebut terdapat perubahan sikap dari pihak agen bernama Dewi Tjong. Menurutnya, pihak yang sebelumnya disangkakan terlibat dalam sindikat penampungan tersebut kini bersikap kooperatif dalam membantu proses penanganan medis dan administrasi keimigrasian.

“(Permintaan tebusan?) Sudah enggak ada, justru berbalik sekarang membantu, ke rumah sakit diantar, imigrasi dia yang ngurus,” tutur Rangga.

Baca Juga: Lanti TKW Sukabumi di Shanghai Diduga Disekap Agen, Keluarga Ungkap Permintaan Tebusan Rp50 Juta

Rangga menambahkan, perubahan sikap tersebut diduga terjadi setelah kasus ini mencuat ke publik dan mendapat perhatian dari berbagai pihak.

“Dewi Tjong yang awalnya disangkakan sindikat malah sekarang berbalik, malah dia membantu mungkin takut. Efeknya sekarang beberapa orang (pekerja migran lain) yang di sana (penampungan Dewi Tjong) terbantu juga,” jelasnya.

Dalam penanganan lanjutan, Rangga menjelaskan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) turut menangani kondisi para pekerja migran. Mereka yang sakit dirujuk ke rumah sakit, sementara yang dalam kondisi sehat ditempatkan di shelter resmi milik perwakilan pemerintah Indonesia.

“Yang sehat tetap di shelter kedutaan atau konsulat. Yang sakit semua dibawa ke rumah sakit,” kata Rangga.

Terkait rencana pemulangan ke Indonesia, Rangga menyampaikan bahwa kendala dokumen perjalanan Lanti mulai teratasi. Paspor Lanti dilaporkan telah selesai diproses oleh pihak KJRI.

Jika hasil observasi dokter menunjukkan kondisi yang membaik, Lanti bisa segera dipulangkan ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Paspor nya sudah jadi, kalau memang setelah observasi hari Jumat ini membaik langsung bisa pulang, nggak lama lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Ditemukan Tanda Keberadaan 3 Korban, Operasi SAR di Tambang Emas Pongkor Ditutup

Selain itu, pihak imigrasi China juga disebut siap menerbitkan visa sementara sebagai salah satu syarat kepulangan. Visa tersebut umumnya berlaku singkat, sekitar satu minggu.

“Iya menunggu kondisi sehat, pihak imigrasi China sudah siap memberikan visa sementara,” kata Rangga.

Mengenai dugaan diagnosis medis awal, Rangga menyebut kondisi Lanti kemungkinan mengarah pada tumor jinak di bagian perut atas.

“Kemungkinan tumor jinak di bagian perut atas. Sudah disedot cairannya, perutnya sudah rata, tinggal nunggu observasi biar bisa keluar dari RS dan pulang ke Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, keluarga Lanti di Sukabumi melaporkan bahwa Lanti tertahan di Shanghai dalam kondisi sakit dan tidak dapat pulang. Keluarga juga mengaku sempat dimintai uang tebusan sebesar Rp50 juta oleh agen yang menampungnya, sehingga memicu kekhawatiran adanya dugaan praktik perdagangan orang.

Berita Terkait
Berita Terkini