SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi genap menginjak usia ke-36 tahun. Di usianya yang kian matang, BUMD milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi ini terus berikhtiar menjaga kualitas pelayanan sekaligus menaklukkan tantangan geografis penyediaan air bersih di wilayah Kabupaten Sukabumi yang sangat luas.
Direktur Utama Perumdam TJM Kabupaten Sukabumi, H. M. Kamaludin Zen, menegaskan bahwa usia 36 tahun menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Usia 36 tahun ini sudah sangat matang. Mudah-mudahan di usia ini kami bisa terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi," kata Kamaludin Zen kepada sukabumiupdate.com usai gelaran Tasyakur Bi'nikmat di Kantor Pusat Perumdam TJM, Cibadak, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, pelayanan air bersih yang diberikan Perumdam TJM tidak hanya sebatas kepada pelanggan, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama saat musim kemarau.
Ia menyebut, selama kondisi kemarau berlangsung, armada tangki air Perumda TJM terus bergerak menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan.
"Dengan musim kemarau hari ini, tangki-tangki PDAM, Perumda, tiap hari itu keliling, tidak diam," katanya.
Baca Juga: 36 Tahun Perumdam TJM, Bupati Sukabumi Dorong Layanan Air Makin Profesional
Selain pelayanan air bersih, Kamaludin mengatakan Perumdam TJM juga terus melakukan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut di antaranya bakti sosial dan penyaluran bantuan bagi warga yang membutuhkan.
Ia menjelaskan, selama perjalanan 36 tahun, salah satu perubahan yang dirasakan perusahaan adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, pelayanan air sudah mendekati 24 jam.
"Pelayanan kita alhamdulillah hampir 24 jam. Jadi 23,90 persen. Tinggal 0,10 persen yang belum terlayani secara 24 jam, tapi mereka tetap menerima air, hanya tidak 24 jam," jelasnya.
Kamaludin berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan, termasuk peningkatan kesejahteraan pegawai dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau kebanggaan saya itu pelayanan dengan kesejahteraan," ucapnya.
Tantangan Sumber Air dan Perluasan Layanan
Kamaludin mengatakan, salah satu tantangan utama Perumdam TJM saat ini adalah ketersediaan sumber air, terutama ketika musim kemarau.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena sumber air harus berbagi dengan kebutuhan lain, seperti pertanian dan pengguna air lainnya.
"Tantangannya pertama, sumber. Sumber kita, apalagi di musim kemarau seperti ini, berebut sama petani, kemudian pemakai air. Apalagi permukaan air sungai hari ini sudah berebut," ujarnya.
Ia mengatakan, Perumdam TJM akan terus berupaya menjaga keberlangsungan pelayanan dengan berkolaborasi bersama masyarakat.
"Insya Allah kita akan terus berupaya, berkolaborasi dengan masyarakat, supaya pelayanan-pelayanan kita terus berlanjut," katanya.
Selain sumber air, tantangan lainnya adalah investasi untuk memperluas cakupan pelayanan. Dari total 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, saat ini pelayanan Perumdam TJM baru mencakup 33 kecamatan.
"Masih 14 kecamatan yang memang memerlukan air minum. Tantangannya karena tidak ada sumbernya. Bukannya kami tidak mau melayani wilayah Selatan, tapi di musim hujan banyak air, di musim kemarau air tidak ada," jelasnya.
Menurutnya, pengembangan pelayanan harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan sekaligus kewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya ingin melayani Selatan, tapi pertama kita harus untung, di sisi lain harus melayani masyarakat. Itu tantangan utama, investasi dan sumber air," ungkapnya.
Distribusi Air untuk Masyarakat Nonpelanggan
Di tengah kondisi kemarau, Perumdam TJM juga melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang belum menjadi pelanggan.
Kamaludin menyebut, bantuan air melalui tangki lebih banyak menyasar masyarakat nonpelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
"Kalau pelanggan hari ini tidak masalah, masih aman. Yang jadi masalah itu masyarakat nonpelanggan. Yang kita kirim itu masyarakat nonpelanggan," katanya.
Terkait wilayah yang menjadi prioritas pengembangan layanan, ia menyebut seluruh wilayah tetap menjadi perhatian. Namun, pengembangan harus melihat potensi sumber air dan kemampuan investasi.
"Semua juga prioritas sebetulnya. Hanya kita melihat dulu potensi, kemudian sumber airnya, kemudian investasinya dari mana," ujarnya.
Siapkan Apresiasi Bagi Pelanggan Tertib Bayar
Selain meningkatkan pelayanan, Perumdam TJM juga menyiapkan program apresiasi bagi pelanggan yang tertib membayar tagihan air.
Kamaludin mengatakan, program tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan mekanisme undian bagi pelanggan yang konsisten membayar tepat waktu selama satu tahun.
"Tahun depan 2027, saya akan melihat pelanggan-pelanggan yang tertib bayar selama satu tahun, dari Januari sampai Desember, yang pembayarannya tanggal 1 sampai tanggal 5. Itu akan saya undi," jelasnya.
Hadiah tersebut berupa program umrah sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan yang disiplin membayar.
"Misalnya Januari tanggal 5, Februari nunggak, tidak. Setahun itu harus rata pembayarannya," ujarnya.
Selain pelanggan, Perumda TJM juga telah menjalankan program penghargaan bagi pegawai berprestasi berupa hadiah umrah.
"Sudah berjalan itu, 15 orang per tahun," katanya.
Target Tambah Pelanggan dan Pesan untuk Masyarakat
Memasuki usia ke-36 tahun, Kamaludin menyebut penambahan pelanggan dan mempertahankan pelayanan menjadi target utama perusahaan ke depan.
Menurutnya, peningkatan jumlah pelanggan akan berdampak terhadap pendapatan perusahaan hingga kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Penambahan pelanggan dan mempertahankan pelayanan. Penambahan pelanggan itu otomatis ke pendapatan, otomatis ke PAD. Dari perluasan pelayanan otomatis ke PAD," ucapnya.
Ia juga berpesan kepada pelanggan Perumda TJM agar membayar tagihan tepat waktu dan menggunakan air secara bijak.
"Bayarlah air tepat waktu, hemat air. Untuk efisiensi ya, hemat air, bayar tepat waktu," pungkasnya. (adv)















