SUKABUMIUPDATE.com - Aplikasi Nyari Gawe besutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin menunjukkan tajinya sebagai solusi digital bagi para pencari kerja. Sejak diluncurkan pada Oktober 2025 hingga pertengahan April 2026, aplikasi ini mencatatkan pertumbuhan pengguna yang signifikan, dengan total pelamar mencapai lebih dari setengah juta orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, mengungkapkan bahwa hingga 10 April 2026, sebanyak 374.567 pencari kerja telah terdaftar secara resmi. Dari jumlah tersebut, akumulasi lamaran yang dikirimkan melalui aplikasi mencapai 518.213 pelamar.
“Para pencari kerja ini mayoritas berasal dari wilayah industri dan perkotaan di Jawa Barat, seperti Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kota Bandung. Bahkan, aplikasi ini juga mulai menarik minat pencari kerja dari luar Jawa Barat,” ujar Kim Agung, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.507 Triliun per Februari 2026
Hingga saat ini, sebanyak 71 perusahaan telah bermitra dan membuka lowongan melalui platform Nyari Gawe. Tersedia sedikitnya 337 judul lowongan pekerjaan yang mencakup berbagai kualifikasi dan profesi.
“Masyarakat dapat memilih bidang yang sangat beragam, mulai dari posisi chef, telemarketing, staf akunting, hingga tenaga medis seperti dokter umum,” tambah Kim Agung.
Data Disnakertrans Jabar menunjukkan proses rekrutmen melalui aplikasi ini terus berjalan secara dinamis. Tercatat sebanyak 1.198 pelamar tengah dalam tahap tinjauan perusahaan, 2.016 pelamar telah memasuki tahap wawancara, dan 493 pelamar dinyatakan resmi diterima kerja.
Baca Juga: KAI Uji Coba Lagi Trainset Jaka Lalana, Kereta Wisata Jakarta - Cianjur via Sukabumi
Selain menyediakan lowongan, Pemda Provinsi Jawa Barat melalui tim teknis juga memastikan kenyamanan pengguna dengan menangani berbagai kendala administratif. Hingga saat ini, sebanyak 51 aduan terkait teknis aplikasi—seperti kendala log in, input data, lupa akun, hingga masalah kode OTP—telah berhasil diselesaikan seluruhnya.
Pencapaian ini diharapkan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah mitra perusahaan, sehingga angka pengangguran di Jawa Barat dapat ditekan secara efektif melalui transformasi birokrasi digital.
Sumber: Humas Jabar




