SUKABUMIUPDATE.com - Kawasan Puncak Bogor tak hanya menawarkan hamparan perkebunan teh dan panorama pegunungan, tetapi juga menyimpan telaga alami yang berada di tengah rimbunnya hutan.
Namanya Telaga Warna, destinasi wisata alam di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kawasan konservasi Telaga Warna sendiri membentang hingga sebagian wilayah Cianjur. Balai Konservasi Sumber Daya Alam mencatat kawasan CA atau TWA Telaga Warna berada pada ketinggian sekitar 1.400–1.800 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga: Musim Durian Tiba! Kenali 5 Jenis Durian yang Banyak Dicari Pecinta Durian
Sesuai namanya, telaga ini memiliki permukaan air yang pada kondisi tertentu dapat tampak dengan warna berbeda, mulai dari kehijauan hingga kebiruan atau kecokelatan, berpadu dengan udara sejuk dan suasana hijau yang membuatnya menarik untuk dijelajahi.
Perubahan tampilan warna tersebut berkaitan dengan pantulan cahaya dan kondisi alami air, bukan berarti airnya benar-benar berganti warna secara tiba-tiba.
Telaga ini berada di tengah kawasan hutan sehingga suasananya terasa berbeda dari kawasan Puncak yang ramai di sepanjang jalan raya.
Pepohonan yang mengelilingi telaga membuat tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati alam dengan suasana relatif tenang.
Baca Juga: Wisata Alam Baru di Sukabumi, Saung Gunung Camp Tawarkan Panorama dari 800 Mdpl
Bukan sekadar melihat telaga
Karena berada dalam kawasan konservasi, pengalaman wisata di Telaga Warna lebih banyak berupa menikmati alam dan berjalan-jalan.
Pengunjung dapat menyusuri area sekitar telaga, menikmati panorama hutan, berfoto, atau sekadar duduk menikmati udara pegunungan.
Bahkan banyak yang menilai jika lokasi ini cocok untuk pengamatan burung dan satwa dari jarak aman.
Kawasan CA atau TWA Telaga Warna juga memiliki topografi bergelombang dan berbukit. Pada musim hujan, kawasan ini cukup sering diselimuti kabut sehingga suasananya bisa semakin sejuk dan khas pegunungan.
Ada legenda di balik Telaga Warna
Telaga Warna juga tidak terlepas dari cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Mengutip dari berbagai sumber, salah satu legenda mengisahkan Kerajaan Kutatanggeuhan dan putri bernama Gilang Rukmini.
Dalam cerita tersebut, kemunculan telaga dikaitkan dengan peristiwa ketika sang putri melemparkan perhiasan yang diberikan kepadanya.
Legenda tersebut tentu merupakan cerita rakyat, bukan penjelasan ilmiah mengenai terbentuknya telaga.
Jika tertarik berkunjung, biaya tiket masuk kawasan Talaga Warna yaitu sekitar Rp15.000 per orang belum termasuk biaya parkir kendaraan jika membawa kendaraan pribadi.















