Resep Ongol-Ongol Sagu Gula Merah, Rekomendasi Makanan Tradisional Manis!

Resep Ongol-Ongol Sagu Gula Merah, Rekomendasi Makanan Tradisional Manis!

Resep Ongol-Ongol Sagu Gula Merah, Rekomendasi Makanan Tradisional Manis! | Foto: Instagram/plasa.cake

SUKABUMIUPDATE.com - Ongol-Ongol adalah kue tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras dan kelapa parut. Kue Tradisional ini memiliki tekstur kenyal dan manis, serta sering dihidangkan sebagai camilan atau makanan ringan.

Ongol-Ongol dapat ditemui di berbagai daerah di Indonesia dan memiliki variasi nama dan resep di setiap wilayah. Bahan utama dalam pembuatan Ongol-Ongol umumnya meliputi tepung beras, air, dan kelapa parut.

Proses pembuatannya melibatkan pencampuran bahan-bahan tersebut dan kemudian dikukus hingga matang. Setelah itu, Ongol-Ongol biasanya dipotong-potong menjadi bentuk kotak atau rombongan, dan kadang-kadang dilumuri kelapa parut atau dipadukan dengan saus gula kelapa.

Baca Juga: 12 Ciri Anak Stres Karena Mengalami Tekanan Batin, Bund Yuk Kenali!

Cara Membuat Ongol-Ongol bisa Updaters dapatkan dengan membaca artikel ini sampai tuntas. Berikut Resep Ongol-Ongol, bisa jadi rekomendasi makanan tradisional manis untuk keluarga, dikutip dari Cookpad, yuk recook!

Resep Ongol-Ongol Sagu Gula Merah

  • Waktu Memasak : 30 menit
  • Hasil Recook : 20 potong

Bahan Membuat Ongol-Ongol Sagu Gula Merah

  • 250 gram tepung sagu
  • 250 gram gula merah, sisir
  • 50 gram (2,5 sdm munjung) gula pasir
  • 750 ml (3 gelas belimbing) air
  • 1 lembar daun pandan, sobek2
  • secukupnya kelapa setengah tua, kupas bersih, parut
  • secukupnya garam

Baca Juga: 8 Ciri Orang Tua Stres Karena Mengalami Tekanan Batin

Cara Membuat Ongol-Ongol Sagu Gula Merah

  • Kukus kelapa parut. Setelah matang, bubuhi garam secukupnya. Aduk rata.
  • Biarkan agar sampai dingin, sisihkan.
  • Masak gula merah dan gula pasir dengan 250 ml (1 gelas belimbing penuh) air. Tambahkan daun pandan yg telah disobek-sobek.
  • Masak hingga mendidih dan gula larut. Saring.
  • Masukkan tepung sagu dan 500 ml (2 gelas belimbing penuh) air ke dalam panci / wajan (sebaiknya gunakan panci / wajan anti lengket).
  • Tambahkan cairan gula yg telah disaring tadi (tidak perlu menunggu cairan gula menjadi dingin), aduk hingga tercampur rata.
  • Masak larutan tepung dan gula tadi dengan api sedang sambil terus diaduk dengan menggunakan spatula kayu.
  • Perhatikan bagian bawah adonan yang berhubungan langsung dengan panci / wajan, aduk terus menerus agar tidak gosong.
  • Masak hingga adonan mengental, lengket / liat dan berubah warna menjadi cokelat gelap (seperti dodol). *Catatan : sebaiknya siapkan tenaga, karena semakin lama adonan akan semakin berat untuk diaduk.
  • Setelah matang, cetak Ongol-Ongol di atas wadah plastik yg telah diolesi sedikit minyak / disemprot cooking spray. Dinginkan.
  • Setelah dingin, potong Ongol-Ongol dengan menggunakan spatula plastik sesuai selera dan gulingkan di atas kelapa parut kukus. Sajikan.
  • Setelah ongol-ongol matang, Anda juga bisa langsung menggulingkannya di atas kelapa parut kukus.
  • Namun jika tidak segera dimakan, permukaan ongol-ongol akan tampak basah karena uap air dari ongol-ongol yg masih panas akan diserap oleh kelapa parut yg mengakibatkan ongol-ongol cepat basi.

Baca Juga: 5 Hasil Survei Elektabilitas Capres dan Cawapres 2024

Rasa Ongol-Ongol dapat bervariasi tergantung pada bahan-bahan tambahan yang digunakan, seperti pandan untuk memberikan aroma dan warna hijau, atau gula kelapa untuk memberikan rasa manis pada kelapa parut yang melapisi Ongol-Ongol.

Ongol-Ongol sering disajikan dalam acara-acara khusus, seperti perayaan hari besar atau upacara tradisional. Keberadaannya juga umum di pasar-pasar tradisional sebagai jajanan atau makanan ringan yang populer.

Sumber: Cookpad

Editor:Nida Salma

Berita Terkait

Berita Terkini
Ilustrasi - Laut Bercerita membawa kita menyusuri luka sejarah, cinta keluarga, dan perjuangan melawan lupa. (Sumber : pexels.com/@Saad Alaiyadhi).

Laut yang Menolak Diam

Review film Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen, adaptasi novel Leila S. Chudori. Kisah aktivisme, penghilangan paksa, cinta keluarga, dan perjuangan menjaga ingatan sejarah Indonesia.

28 Okt 2026, 15:13 WIB