Fakta Goa Kutamaneuh Sukabumi: Tempat Robin Hood Indo, Perampok Emas 70-an Bersembunyi

Jumat 10 Februari 2023, 15:45 WIB
Fakta: Robin Hood Indo, Perampok Emas 70-an Bersembunyi di Goa Kutamaneuh Sukabumi (Sumber : Instagram/@popularmagazineid)

Fakta: Robin Hood Indo, Perampok Emas 70-an Bersembunyi di Goa Kutamaneuh Sukabumi (Sumber : Instagram/@popularmagazineid)

SUKABUMIUPDATE.com - Goa Kutamaneuh adalah salah satu goa eksotis yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Tak hanya Prabu Siliwangi, Goa Kutamaneuh Sukabumi juga pernah menjadi tempat persembunyian Johny Indo alias Robin Hood Indonesia, perampok emas tahun 70-an.

Sebelum membahas lebih jauh tentang Robin Hood Indonesia yang bersembunyi di Goa Kutamaneuh Sukabumi. Maka redaksi sukabumiupdate.com lebih dulu menyajikan informasi lokal terkait Goa Kutamaneuh Sukabumi.

Sukabumi, salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang kaya akan obyek wisata, mulai dari yang bernilai sejarah hingga wisata yang dianggap sakral atau sering dikunjungi peziarah. Ya, wisata sejarah sekaligus tempat Sakral ini adalah Goa Kutamaneuh.

Goa Kutamaneuh terletak di Kampung Babakan Ciburial, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Lokasinya Goa Kutamaneuh Sukabumi cenderung sepi dan tenang, jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota serta berada di bawah kaki bukit karang. Alasan inilah yang membuat Goa Kutamaneuh sering digunakan sebagai tempat sakral bersemedi.

Baca Juga: 13 Fakta Goa Kutamaneuh Sukabumi, Peristirahatan Prabu Siliwangi Sampai Johny Indo

Untuk mencapai lokasi Goa Kutamaneuh Sukabumi termasuk mudah, karena baik kendaraan roda dua maupun roda empat sama-sama bisa masuk. Ketika di dalam Goa Kutamaneuh Sukabumi, pengunjung harus dipastikan sudah memiliki bekal keberanian dan ketangkasan ya! 

Beralih soal cerita Johny Indo alias Robin Hood Indonesia.

Johny Indo alias Robin Hood Indonesia memiliki nama panjang Johanes Hubertus Eijkenboom. Semasa hidup, pernah menapaki jejak di dunia kriminal hingga dikenal sebagai pemain film dan pendakwah.

Mengutip informasi Pusat Layanan Universitas STEKOM Pusat, di laman p2k.stekom.ac.id, berikut Biodata Robin Hood Indonesia alias Johny Indo.

Biodata Johny Indo alias Robin Hood Indonesia

  • Nama Lengkap : Johanes Hubertus Eijkenboom
  • Tempat, Tanggal Lahir : 6 November 1948, Garut, Jawa Barat
  • Meninggal : 26 Januari 2020 (umur 71), Jakarta
  • Nama lain : Johny Indo, H. Umar Billah
  • Pekerjaan : Aktor
  • Tahun aktif : 1987 - 2020

Robin Hood Indonesia atau H. Umar Billah bin Muhammad Yahya, lahir Johanes Hubertus Eijkenboom dan lebih populer dengan nama Johny Indo (6 November 1948–26 Januari 2020) adalah salah satu aktor pemeran Indonesia.

Johny Indo awalnya dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta dan sekitarnya pada era tahun 1970-an yang dilakukan pada siang hari bersama kelompoknya Pachinko (Pasukan China Kota).

Aksi paling terkenal Johnny Indo adalah merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada tahun 1979 silam.

Johny Indo yang dijuluki Robin Hood Indonesia ini berhasil ditangkap di Sukabumi setelah kelompok Pachinko lebih dulu ditangkap. Ia kemudian dijatuhi hukuman jeruji besi selama 14 tahun dan dijebloskan ke penjara Nusakambangan.

Namun demikian, baru tiga tahun menjalani hukuman, ia dan gerombolannya yang berjumlah 34 orang berusaha melarikan diri dari Nusa Kambangan. Akan tetapi, Johny Indo berhasil ditangkap setelah bertahan selama 12 hari.

Baca Juga: Kenapa Namanya Sukabumi? Sebelum Like Earth Kekinian, Ini Cerita Historis Kota Mochi!

Setelah murni bebas dari penjara, pemilik nama lengkap H. Umar Billah bin Muhammad Yahya ini sempat bermain dalam sejumlah film. Salah satunya mengangkat kisah dirinya dalam film Johny Indo pada tahun 1987. Di masa tuanya, ia juga diketahui masih berkeliling untuk berceramah agama (Islam) dan memiliki nama alias Umar Billah.

Johny Indo alias Robin Hood Indonesia kemudian berpulang atau meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 2020 setelah dikabarkan mengalami sesak nafas.

Menilik kisah biografi Johny Indo alias Robin Hood Indonesia tersebut, disebutkan bahwa ia ditangkap di Sukabumi. Ya, saksi bisunya adalah Goa Kutamaneuh Sukabumi.

Goa Kutamaneuh pernah menjadi tempat persembunyian Johny Indo sebelum ditangkap pada era 80-an. Saat itu, raja perampok emas di era 70-an, Johanes Hubertus Eijkenboom alias Johny Indo, tepatnya sekitar April 1979 tertangkap di Goa Kutamaneuh saat bersemedi.

Setelah itu, banyak lagi sejumlah penjahat bersembunyi goa ini. Setelah kerjasama dengan pemerintah setempat, kuncen di goa ini mendapatkan penghargaan berupa piagam.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Jadul Indonesia Netflix, Ide Romansa Nostalgia Bareng Pasangan!

Dikutip terpisah, redaksi sukabumiupdate.com turut mencatat pada Minggu, 13 Maret 2022 lalu, unggahan Emil di Instagram menunjukkan tentang tanah dan air Kabupaten Sukabumi yang diambil dari Goa Kutamaneuh.

Air dan tanah tersebut diambil dari Goa Kutamaneuh dengan alasan Goa ini sebagai simbol kejayaan Prabu Siliwangi yang luput dari kejaran anaknya Raden Kiansantang.

Namun, terlepas dari fakta Goa Kutamaneuh Sukabumi sebagai tempat persembunyian penjahat kelas kakap pada masanya seperti Johny Indo alias Robin Hood Indonesia, tempat ini cocok menjadi tempat wisata.

Mengingat Goa Kutamaneuh Sukabumi juga pernah punya riwayat cemerlang dimana tanah dan air di wilayah ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada Presiden Joko Widodo untuk pembangunan ibu kota baru Nusantara.

Sumber: Berbagai Sumber.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi29 Mei 2024, 01:55 WIB

3 Perahu Nelayan Karam Dihantam Gelombang Tinggi di Pesisir Ujunggenteng Sukabumi

Gelombang tinggi menghantam sejumlah perahu nelayan yang terparkir di pesisir Ujunggenteng Sukabumi.
Kondisi perahu nelayan yang karam dihantam gelombang tinggi di pesisir Ujunggenteng Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi28 Mei 2024, 23:43 WIB

Cerita Pilu Korban Hanyut di Sungai Cicatih Sukabumi, Meninggal Jelang Perpisahan Sekolah

Berikut cerita pilu dari ayah Satria, korban hanyut di Sungai Citatih Sukabumi yang ditemukan meninggal dunia usai tiga hari pencariah.
Kondisi di rumah duka korban hanyut di Sungai Cicatih Sukabumi. (Sumber : SU/Ibnu)
Sukabumi28 Mei 2024, 21:36 WIB

KA Pangrango Sukabumi-Bogor Terlambat 4 Jam Akibat Gangguan Lokomotif, KAI Minta Maaf

Gangguan lokomotif KA Pangrango Sukabumi-Bogor ini terjadi saat memasuki Stasiun Cisaat.
KA Pangrango di Stasiun Sukabumi. (Sumber Foto : Dok. PT KAI Daop 1 Jakarta)
Sukabumi28 Mei 2024, 21:06 WIB

Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Ujunggenteng Sukabumi, Belasan Perahu Nelayan Rusak

Belasan perahu nelayan rusak usai diterjang gelombang tinggi di pesisir Ujunggenteng Sukabumi.
Kondisi perahu nelayan yang rusak diterjang gelombang tinggi di pesisir Ujunggenteng Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sehat28 Mei 2024, 21:00 WIB

3 Rekomendasi Olahraga untuk Penderita Asam Urat dengan Cara Melakukannya

Olahraga sangat erat kaitannya dengan asam urat karena dapat mencegah dan mengatasi serangannya di masa depan.
Ilustrasi. Olahraga sangat erat kaitannya dengan asam urat karena dapat mencegah dan mengatasi serangannya di masa depan. Sumber: Freepik/freepik
Nasional28 Mei 2024, 20:15 WIB

Gempa Dangkal M6,2 di Laut Barat Aceh, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M6,2 di Pantai Barat Aceh ini terasa di enam wilayah. BMKG beberkan pemicunya.
Episenter Gempa Aceh bermagnitudo M6,2 di Pantai Barat Simeulue. (Sumber : BMKG)
Sehat28 Mei 2024, 20:00 WIB

Apakah Seseorang yang Makan Terlalu Banyak Gula Sebabkan Diabetes? Simak Disini

Makan terlalu banyak gula sangat berisiko terkena penyakit diabetes atau gula darah.
Ilustrasi - Makan terlalu banyak gula sangat berisiko terkena penyakit diabetes atau gula darah. | Foto: Pexels.com/ RDNE Stock Project
Sukabumi28 Mei 2024, 19:41 WIB

Fasdes Berikan Edukasi Penanganan Gempa dan Tsunami di Tegalbuleud Sukabumi

Kegiatan ini bertujuan membangun masyarakat desa supaya lebih mandiri ketika menghadapi ancaman bencana.
Warga bersama Forkopimcam Tegalbuleud, perangkat desa, BPBD, Fasdes Tangguh Bencana, dan Forum PRB, melakukan simulasi penanganan gempa bumi dan tsunami, Selasa (28/5/2024). | Foto: Istimewa
Sukabumi28 Mei 2024, 19:10 WIB

Fakta-fakta Mayat Wanita di Laut Palabuhanratu Sukabumi, Saksi Temukan Jerigen

Berikut fakta-fakta penemuan mayat wanita di Laut Palabuhanratu Sukabumi menurut keterangan saksi.
Polisi dan Basarnas saat mengevakuasi jasad wanita yang ditemukan terapung di laut Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sehat28 Mei 2024, 19:00 WIB

9 Tips Aman dan Nyaman Bepergian Bagi Penderita Asam Urat, Cegah Serangannya!

Bagi penderita asam urat mesti mengetahui tips saat bepergian keluar rumah.
Ilustrasi - Bagi penderita asam urat mesti mengetahui tips saat bepergian keluar rumah. (Sumber : Freepik.com/@prostooleh).